Redaksi
KENDARI – Alat berat milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP), akhirnya ditarik dari Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), dan dikembalikan ke basecamp perusahaan.
“Sudah dikembalikan ke basecamp,” jelas Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi saat dihubungi mediakendari.com, Minggu (25/8/2019).
Jemi tak menyebut secara pasti berapa jumlah alat berat perusahaan yang ditarik, termasuk jenis alat berat apa saja.
“Kurang jelas berapa, tapi banyak, lebih dari satu (alat berat),” imbuhnya.
Jemi bilang, kondisi di Desa Sukarela Jaya sudah mulai kondusif. Kejadian kemarin, kata Jemi, ada beberapa warga yang mengaku pemilik lahan menolak. “Situasi sudah kondusif dan aman. Ada tiga orang pemilik lahan kemarin yang menolak,” pungkasnya.
BACA JUGA :
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Ampuh Sultra : APH Diminta Preventif Cegah Material Ilegal di Proyek Bendungan Pelosika
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
Diketahui, warga Desa Sukarela Jaya, Konkep, menghentikan aktivitas PT GKP yang melakukan pembukaan jalan hauling. Dilahan tersebut juga ditumbuhi beberapa tanaman seperti jambu mete dan pala. Sebelumnya, warga juga menahan beberapa karyawan PT GKP.
Warga Sukarela Jaya juga menolak keberadaan tambang yang diberoperasi didesanya.











