DLHK Kota Kendari Akan Bentuk Bank Sampah

NEWS303 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari membentuk bank sampah untuk mengambil bernilai ekonomi sambah.

Kepala DLHK Kota Kendari, Nismawati mengatakan, hal ini perlu didekatkan karena bank sampah induk yang dimiliki Kota Kendari tidak dapat dijangkau seluruh masyarakat.

“Kalau langsung kesanakan harus mengeluarkan biaya transportasi lagi, nah kalau misalnya kita dekatkan dengan masyarakat jadi akan mengurangi biaya transportasi dan nanti kami ada pengepul yang akan mengambil sampah dari bank sampah tersebut,” ujar Nismawati.

Baca Juga : Puluhan Korban Kebakaran di TPA Puwatu Bakal Dibangunkan Rumah Baru

Menurutnya, bank sampah ini akan langsung membeli dari masyarakat yang mengantarkan sampahnya dengan nominal yang beragam tergantung dari jenis sampahnya.

“Kalau tidak salah botol plastik itu sekilo Rp 3500 itu masing-masing ada harga,” kata Niswmawati.

Dia juga menambahkan pengelolaan sampah tersebut harus ada pemilahan dimulai dari rumah tangga. Karena jika misalnya sampah yang dijual kotor akibat sudah bercampur dengan sampah organik di tempat pembuangan sampah (TPS), tetap ada nilainya tetapi tapi lebih rendah.

“Katakanlah misalnya kita minum di botol plastik, terus kemudian kita kumpul langsung kita jual di bank sampahnya, nah itu lebih mahal nilainya,” jelasnya.

Baca Juga : Penetapan Tersangka Dirinya Dianggap Inprosedural, Direktur PT Mandala Jayakarsa Bakal Lapor ke Mabes Polri

Nismawati juga menegaskan Bank sampah ini akan dibangun lima bank sampah yakni di Tondonggeu, Bungkutoko, dan Kendari barat. Sementara itu bank sampah induk terdapat di Puuwatu.

“Kita dekatkan dinelayan terutama untuk menyahuti permintaan dari pak gubernur meminta Pemerintah Daerah Kota Kendari untuk membersihkan kawasan Teluk Kota Kendari. Kita akan fokus di daerah pesisir,” tutupnya.

Dia melanjutkan seharusnya sudah dilakukan pembersihan atau kerja bakti pada 3 Desember 2022 di teluk Kendari, hanya saja terdapat kendala dan akhirnya ditngguhkan hingga ini.

Reporter: Dila Aidzin