oleh

Kesal Atas Tuduhan Tak Mampu Pimpin Muna Barat, Jubir: Kritik Harus Argumentatif Bukan Sentimentil

MUNA BARAT, MEDIA KENDARI.COM- Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Bahri, kini buka suara atas tuduhan yang seakan tidak mampu, menyelesaikan kegaduhan di Muna Barat.

Bagaimana tidak, selama menjabat, Pj Bupati Mubar terus mendapatkan kritikna dari sejumlah oknum masyarakat, yang selalu melakukan aksi protes atau demonstrasi, untuk mengkritik kebijakan dan kepemimpinan dari Pj Bupati.

Pj Bupati Muna Barat, Bahri pun buka suara kepada oknum yang selama ini menyudutkannya, dengan sejumlah tuduhan yang sengaja dibuat, sehingga ia dinilai tak mampu memimpin Muna Barat.

“Jelas kok, saya ini hanya penjabat yang mengantar daerah ini untuk sukses di Pemilu 2024, untuk merebut kekuasaan ini ada waktunya,” ungkapnya.

Baca Juga : Dua Hari Hilang, Seorang Pria yang Terseret Arus Sungai Konaweha Ditemukan Meninggal

Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri itu menyebut, sejumlah tuduhan yang beredar selama ini tidak berdasar. Misalnya, pada proses pelaksanaan mutasi dianggap amburadul, hanya dikarenakan kesalahan administrasi yang tak berdampak dengan hukum, serta tuntutan perihal penempatan pembangunan rumah jabatan bupati.

“Ini tidak menyalahi aturan, kecuali saya tempatkan di luar kota Laworo itu baru saya salah, tetapi ini sesuai dengan UU No 14 tahun tentang pembentukan Kabupaten Muna Barat,” jelasnya.

Sejumlah tuntutan itu, dikatakannya hanya berbicara kepentingan beberapa oknum yang tidak senang akan kedudukannya. Sehingga ia menilai, karakter yang dimiliki masyarakat hanya mampu menilai kinerja pemimpin dari proses pelaksanaan kebijakan, tetapi tak melihat tujuan yang dicapai terhadap kebijakan.

Sementara itu, Juru Bicara Pj Bupati Muna Barat, Fajar Fariki mengatakan, bahwa sekalipun Dr. Bahri telah melakukan yang terbaik bagi masyarakat, tetap saja ada kritik terhadap pemerintahan yang dipimpinnya saat ini.

Baca Juga : Jaga Ketahanan Ekonomi, ISEI Minta Pj Walikota Kendari Perhatikan Hal ini

“Bukan berarti Pj saat ini alergi terhadap kritik, tetapi harusnya kritik itu bersifat argumentatif bukan sentimentil,” katanya.

Ia menjelaskan, Pj Bupati sebagai seorang politik, harus diakui telah mampu meletakkan dasar program pembangunan yang berbasis pada kebutuhan hidup masyarakat. Di mana ide dan gagasan itu termanivestasi dalam wujud program kerja, sebagai bentuk pemahaman pimpinan politik yang paham sosiologis masyarakat.

Lanjut, Pj Bupati Muna Barat juga mampu melihat dengan jeli dan cerdas dalam memotret kebutuhan masyarakat, dengan pikiran yang sarat dengan empati tehadap kebutuhan rakyat, sebagai sebuah bentuk tanggung moral dan politik untuk membangun daerah, dari berbagai aspek kehidupan.

Kemudian, ia menyebut, dengan hadirnya Dr Bahri sebagai Pj Bupati Muna Barat, ini juga bentuk solusi alternatif untuk menghasilkan kebijakan strategis, dalam pembenahan mengatasi masalah masyarakat.

Reporter : Wa Irna