oleh

Melemah sampai 0,13 Persen, Nilai Tukar Rupiah Hampir Capai Rp 15.000 Per Dolar AS

JAKARTA, MEDIAKENDARI.COM – Nilai tukar rupiah saat ini berada di posisi Rp14.902 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (2/9) pagi. Mata uang Indonesia melemah 20 poin atau 0,13 persen dari posisi sebelumnya.

Dilansir dari CNNIndonesia.com. Mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,10 persen, won Korea Selatan menguat 0,05 persen, dan peso Filipina melemah 0,74 persen, Yuan China menguat 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen dan dolar Hong Kong stagnan pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga : Per Agustus 2022, Dua Kota di Sultra Alami Inflasi 0,12 Persen

Untuk di negara-negara maju, cenderung kompak berada di zona hijau atau aman. Dan untuk Euro Eropa menguat 0,13 persen dan poundsterling, Inggris menguat 0,07 persen dan dolar Australia menguat 0,13 persen serta Franc Swiss menguat 0,08 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan kembali melemah karena investor masih wait and see menjelang rilis, data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

“Sektor tenaga kerja AS yang masih ketat akan terus menaikkan inflasi dan ekspektasi pada kebijakan suku bunga the Fed,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Baca Juga : Ali Mazi : Gedung Baru Kantor Gubernur Sultra Rampung Tahun 2024

Lanjutnya, Dari sisi domestik, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data inflasi Indonesia. Alih-alih inflasi, BPS mencata RI malah deflasi 0,21 persen (mtm), dan secara tahunan turun jadi 4,69 persen di Agustus, dari sebelumnya 4,94 persen di Juli.

“Rilis data inflasi ini meredakan tekanan pada Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga. Tentu ini membuat rupiah menjadi less attractive. Bahkan ia memperkirakan hari ini, rupiah akan berada di kisaran Rp14.850 per dolar AS hingga Rp14.975 per dolar AS,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ilwanto

Facebook : Mediakendari