Editor : Wiwid Abid Abadi
MUNA – Orang tua Randi, La Sali, berharap pelaku penembakan terhadap anaknya segera ditangkap, dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Randi, adalah salah satu korban tewas tertembak saat demonstrasi di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berujung bentrok, Kamis (26/9/2019) lalu.
“Bantuan kasian, supaya yang tembak itu anakku ditangkap, dan dihukum sesuai aturanya,” jelas La Sali, saat dikunjungi jurnalis mediakendari.com dirumahnya, di Desa Lakarinta, Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna, Kamis (3/9/2019), kemarin.
La Sali bilang, wafatnya Randi menjadi duka dan pukulan telak bagi keluarga. Pasalnya, almarhum merupakan anak laki laki satu satunya dari 5 bersaudara.
BACA JUGA :
- Kanim Kendari Gelar Rakor TIMPORA di Konsel, Perkuat Pengawasan Orang Asing
- IPPMA Konsel Soroti Dugaan Pungutan di Lingkup PAUD, Desak Audit Transparan
- Informa Kendari Hadirkan Promo Imlek dan Ramadhan, Cashback Hingga Rp1,8 Juta
Selain itu, Randi juga menjadi tulang punggung keluarga yang membantu biaya kuliah kakaknya dan adiknya di Kendari.
Dengan wafatnya Randi, otomatis La Sali harus berjuang sendiri membiayai kuliah dua putrinya. “Kita kasian, orang tidak mampu, saya banting tulang supaya anak anak saya bisa kuliah, Randi bisa bantu, tapi sekarang tidak bisa,” katanya.
