KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kendari menggelar kegiatan Implementasi AI Ready ASEAN – Mafindo Kendari (Batch 2) yang menyasar para penyuluh agama.
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara. Pelatihan ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN, hasil kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org, yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan dasar kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) agar siap menghadapi perkembangan teknologi digital. Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN dan menargetkan lebih dari 5,5 juta penerima manfaat di kawasan Asia Tenggara.
Di Indonesia, AI Ready ASEAN dijalankan bersama sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), salah satunya Mafindo. Melalui program ini, peserta didorong untuk memahami AI tidak hanya dari sisi pemanfaatan, tetapi juga dari aspek etika, keamanan, dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan di Sulawesi Tenggara diikuti oleh 50 penyuluh agama dari berbagai kabupaten dan kota, terdiri dari 20 peserta laki-laki dan 30 peserta perempuan. Para peserta dibekali pemahaman kritis tentang penggunaan AI dalam konteks edukasi dan dakwah, termasuk cara memanfaatkan teknologi digital secara bijak dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
Materi pelatihan meliputi AI Fundamental, AI Usage & Implementation, AI Ethics, Privacy & Security, serta Teaching About AI. Seluruh materi didukung dengan akses Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan.
Koordinator Wilayah Mafindo Kendari, Marsia Sumule, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas literasi digital para penyuluh agama di tengah tantangan era informasi.
“Pelatihan AI Ready ASEAN ini kami rancang sebagai ruang belajar bagi para penyuluh agama agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi keagamaan kepada masyarakat,” ujar Marsia.
Melalui kolaborasi Kanwil Kemenag Sultra dan Mafindo Kendari ini, diharapkan para penyuluh agama mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat metode dakwah yang relevan dengan zaman, serta menjadi agen literasi digital yang mendorong penggunaan kecerdasan artifisial secara aman dan kontekstual di tengah masyarakat.
Laporan: Asti
