oleh

PT VDNI Diduga Buat Laporan Fiktif Terkait Calo Rekrutment Tenaga Kerja Lokal ke Polisi

Editor: Taya

KENDARI – Masalah calo penerimaan tenaga kerja lokal di PT Virtual Dragon Nickel Industry (VDNI) hingga kini terus bergulir.

Berdasarkan wawancara mediakendari.com pada Selasa (29/1/2019) Human Resources Development (HRD) PT VDNI, Anto Erianto mengakui telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Bondoala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Namun sayangnya, laporan tersebut saat ini belum sampai ke pihak berwajib.

Baca Juga : DPRD Konawe Sesalkan PT VDNI, Soal Penerimaan Tenaga Kerja Lokal Pakai “Mahar”

Kepala Kepolisian Sektor Bondoala, AKP. Muh. Alka menjelaskan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi baik dari korban maupun dari PT VDNI.

“Gak laporan masuk. Belum ada konfirmasi untuk hal itu. Kalau dari laporan masyarakat terkait minta uang soal rekrutmen itu belum ada juga,” katanya kepada mediakendari.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (29/1/2019).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, rekrutmen tenaga kerja lokal di PT Virtual Dragon Nickel Inductry (VDNI) diakui ada oknum yang meminta “mahar” kepada calon pelamar sebesar Rp 2,5 juta oleh crew PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang masih satu management dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe berinisial S.

Baca Juga : HRD PT VDNI Akui Ada Oknum Calo dalam Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal

Carut marutnya penerimaan tenaga kerja lokal ini juga pernah terjadi sebelumnya di PT OSS pada September 2018 lalu. Saat itu, ada kelompok yang memprotes proses perekrutan dan ada pula yang mendukung.

Dua kelompok itu yakni Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Amali) yang berasal dari Desa Besu dan sekitarnya serta Forum Masyarakat Anti Provokasi (Formasi) yang berasal dari Desa Puurui. Mereka berdemonstrasi di simpang Desa Besu, Kecamatan Morosi hingga nyaris bentrok.

Terkini