Jelang HUT Konkep, Dua Organisasi Mahasiswa Wawonii Gelar Dialog

0
260
Dialog publik Himpunan Pelajar  Mahasiswa Mosolo Raya  (Hippmosra) dan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa - Bobolio, Sawaea, Sawapatani dan Langgara Jaya  ( Hippma-Bosawanil) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) di Sekretariat Hipma Bosawanil
Dialog publik Himpunan Pelajar  Mahasiswa Mosolo Raya  (Hippmosra) dan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa - Bobolio, Sawaea, Sawapatani dan Langgara Jaya  ( Hippma-Bosawanil) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) di Sekretariat Hipma Bosawanil pada Minggu, 25 Maret 2018. Foto: Istimewa
Spread the love
  • 89
    Shares

KENDARI – Himpunan Pelajar  Mahasiswa Mosolo Raya  (Hippmosra) dan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa – Bobolio, Sawaea, Sawapatani dan Langgara Jaya  ( Hippma-Bosawanil) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar dialog publik di Sekretariat Hipma Bosawanil, Minggu (25/3/2018).

Dialog yang bertemakan menakar arah dan prospek pembangunan daerah ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan pemuda. Ketiganya itu adalah Jubirman (alumni Unissula Semarang), Muksin (alumni UHO Kendari), dan Musran (alumni Stikes Mandala Waluya Kendari). Tema tersebut selaras dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Konkep pada 10 April mendatang.

Dua organisasi daerah dari Kecamatan Wawonii Tenggara dan Wawonii Selatan ini mendialogkan tiga sektor, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Menurut Jubirman Konkep memiliki potensi  yang sangat besar dalam pembangunan daerah seperti pertanian, maritim, pariwisata dan pertambangan.

“Karena sektor pertambangan itu haram di bumi Konkep, maka pertanian, kemaritiman, dan pariwisata, harus kita kembangkan,” papar Jubirman.

Dengan adanya potensi-potensi tersebut, lanjut Jubirman dibutuhkan SDM yang berkualitas agar mampu memanfaatkan peluang yang ada.

“Kita butuh SDM berkualitas. Kita bisa alokasikan anggaran untuk menyekolahkan anak-anak kita di jurusan pertanian dan kemaritiman, mungkin ke IPB atau kemana, sepulangnya, mereka lah yang bangun daerah,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber yang lain, Muksin menjelaskan, agar perputaran ekonomi di daerah meningkat maka pasar harus diaktifkan. Namun demikian, menurutnya, sebagian besar masyarakat Konkep bertani jangka pendek hanya untuk kebutuhan domestik, bukan untuk kebutuhan pasar.

“Makanya kita harus sadarkan masyarakat agar menanama tomat atau cabe itu jangan hanya untuk kebutuhan dapur sendiri, tapi juga bisa dijual di pasar,” jelas Muksin.

Kata Muksin, Hipmossra dan Hima Bosawanil siap memfasilitasi digelar penyuluhan pertanian ke desa-desa. Selain itu, dirinya juga siap memfasilitasi untuk membangun kerjsama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membangun bank desa.

“Agar ekonomi desa makin meningkat, kami siap fasilitasi ke OJK untuk bangun bank desa,” tegasnya.

Untuk narasumber sektor kesehatan, Musran. Dirinya banyak mempersoal berbagai problem kesehatan di Konkep, salah satunya terkait Posyandu Lansia dan adanya tragedi gizi buruk beberapa waktu lalu di Desa Mosolo, Kecamatan Wawonii Tenggara. Padahal kata dia, hal ini tidak pantas terjadi di daerah Wawonii ini.

“Itu jelas tidak pantas terjadi. Pemerintah dalam arti dinas kesehatan harus segera turun untuk beri penyuluhan ke masyarakat, supaya kedepan tidak terjadi lagi,” ucap Musran.

Menurut Musran, dialog tersebut harus dilanjutkan dengan gerakan sosial. Kata dia, Pemerintah Daerah juga harus tanggap terhadap hal-hal krusial di masyarakat.

“Jangan hanya sampai di dialog saja, kita harus turun ke jalan, turun ke lapangan, turun ke masyarakat, tugas ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas mahasiswa,” tutupnya.

Redaksi
  • 89
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here