KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Universitas Halu Oleo (UHO) genap berusia 44 tahun pada 14 Agustus 2025. Peringatan Dies Natalis kali ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang UHO yang bermula dari sebuah perguruan tinggi swasta bernama Universitas Halu Oleo (UNHOL), hingga kini menjelma menjadi universitas negeri terbesar dan terkemuka di Sulawesi Tenggara.
Berdiri pada tahun 1964, UNHOL saat itu berstatus cabang dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Selama 17 tahun, perjuangan panjang para tokoh pendiri, akademisi, serta dukungan masyarakat Sulawesi Tenggara terus mengalir untuk menjadikan kampus ini berdiri sendiri sebagai universitas negeri.
Puncaknya, pada 14 Agustus 1981, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 37 Tahun 1981, UNHOL resmi berubah status menjadi Universitas Halu Oleo (UHO), sebuah tonggak sejarah penting bagi dunia pendidikan di Bumi Anoa.
Sejak saat itu, UHO berkembang pesat baik dari sisi fisik, jumlah mahasiswa, maupun kualitas akademik. Gedung-gedung perkuliahan modern, laboratorium penelitian, hingga fasilitas penunjang mahasiswa terus dibangun.
Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama dengan hadirnya ratusan dosen bergelar doktor dan profesor yang memperkuat kapasitas keilmuan kampus.
Rektor UHO, Prof. Dr. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc., dalam peringatan Dies Natalis ke-44, menegaskan bahwa UHO kini telah meneguhkan diri sebagai universitas negeri unggulan di Sulawesi Tenggara.
Dengan mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan Menuju UHO Global”, UHO berkomitmen membangun pendidikan berkualitas, memperkuat riset, serta melahirkan inovasi yang berakar pada kearifan lokal namun berorientasi global.
“UHO lahir dari perjuangan panjang dan semangat pengabdian. Kini, di usia 44 tahun, kita tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga menatap masa depan. Universitas ini harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus mencetak generasi unggul untuk Indonesia,” ujar Rektor.
Kini, UHO memiliki puluhan fakultas, program studi sarjana, pascasarjana, hingga doktoral yang menampung lebih dari 40 ribu mahasiswa.
Keberadaannya menjadi kebanggaan masyarakat Sultra, sekaligus pusat lahirnya intelektual dan inovator yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan sejarah panjang dan komitmen yang kuat, UHO terus melangkah maju sebagai universitas negeri unggulan yang membawa nama Sulawesi Tenggara ke kancah nasional maupun internasional.











