REDAKSI
KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pertanian (Distan) mencatat ada 9033 hektar lahan pertanian di Konawe yang rusak akibat diterjang banjir, yang melanda wilayah itu pada Mei 2019 lalu.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menjelaskan, dari jumlah yang didata Distan, sebanyak 7000 hektar telah diverifikasi Kementrian Pertanian (Kementan) dengan tingkat kerusakan terparah sehingga dipriorotaskan untuk mendapatkan bantuan.
“Jika dikonfersikan ada 6000 kepala keluarga dari kalangan petani yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah,” kata Gusli Topan Sabara.
BACA JUGA :
- Kapolda Sultra Serap Aspirasi Warga Poasia Lewat Jumat Keliling, Bahas Narkoba hingga Judi Online
- Program Green Policing, Kapolres Konsel Turun Langsung Bersihkan Sampah yang menumpuk di Jalan Poros Kendari-Punggaluku Desa Anduna
- Pererat Silaturahmi dengan Jemaah, Kapolres Konsel Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kamtibmas
- Jenderal Ke-4 Tumbang! Dewan Pembina MC Bareskrim Diduga Otak Penyadapan Sejak 2010, Tapi Belum Ditahan Karena Stroke
- Dua Jurnalis Kendari Dipanggil Polresta, AJI : Ini Kriminalisasi Pers, Minta Gubernur Copot Ridwan Badallah
- Wakapolda Sultra Ajak Kolaborasi Lintas Sektoral Atasi Masalah Pekerja Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
Menurutnya, untuk pendataan bagi calon penerima bantuan ini akan dilakukan Pemerintah Kabupaten, sehingga akan benar-benar tepat sasaran yakni untuk petani yang menjadi korban banjir.
“Bantuannya baik itu bibit, benih termasuk jaminan hidup sebelum sumber ekonomi mereka bangkit kembali sedia kala. Jadi bantuannya diterima langsung petani,” terangnya.
Gusli juga menyebut, kerugian dibidang pertanian mencapai Rp 400 – Rp 500 miliar atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan petani gagal panen.
