REDAKSI
KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pertanian (Distan) mencatat ada 9033 hektar lahan pertanian di Konawe yang rusak akibat diterjang banjir, yang melanda wilayah itu pada Mei 2019 lalu.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menjelaskan, dari jumlah yang didata Distan, sebanyak 7000 hektar telah diverifikasi Kementrian Pertanian (Kementan) dengan tingkat kerusakan terparah sehingga dipriorotaskan untuk mendapatkan bantuan.
“Jika dikonfersikan ada 6000 kepala keluarga dari kalangan petani yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah,” kata Gusli Topan Sabara.
BACA JUGA :
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
- Gubernur LIRA Sultra Salut Kapolda Himawan Mau Turun ke Jalan! Harap Kapolres Ikuti Jejaknya
Menurutnya, untuk pendataan bagi calon penerima bantuan ini akan dilakukan Pemerintah Kabupaten, sehingga akan benar-benar tepat sasaran yakni untuk petani yang menjadi korban banjir.
“Bantuannya baik itu bibit, benih termasuk jaminan hidup sebelum sumber ekonomi mereka bangkit kembali sedia kala. Jadi bantuannya diterima langsung petani,” terangnya.
Gusli juga menyebut, kerugian dibidang pertanian mencapai Rp 400 – Rp 500 miliar atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan petani gagal panen.











