REDAKSI
KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pertanian (Distan) mencatat ada 9033 hektar lahan pertanian di Konawe yang rusak akibat diterjang banjir, yang melanda wilayah itu pada Mei 2019 lalu.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menjelaskan, dari jumlah yang didata Distan, sebanyak 7000 hektar telah diverifikasi Kementrian Pertanian (Kementan) dengan tingkat kerusakan terparah sehingga dipriorotaskan untuk mendapatkan bantuan.
“Jika dikonfersikan ada 6000 kepala keluarga dari kalangan petani yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah,” kata Gusli Topan Sabara.
BACA JUGA :
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
- Anggota DPRD Konawe Gugun Gelar Akad Nikah di Madinah, Bersama Epri
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
- Kapal Rakyat Mati Mesin di Perairan Lapuko, Basarnas Kendari Kerahkan Tim Rescue
Menurutnya, untuk pendataan bagi calon penerima bantuan ini akan dilakukan Pemerintah Kabupaten, sehingga akan benar-benar tepat sasaran yakni untuk petani yang menjadi korban banjir.
“Bantuannya baik itu bibit, benih termasuk jaminan hidup sebelum sumber ekonomi mereka bangkit kembali sedia kala. Jadi bantuannya diterima langsung petani,” terangnya.
Gusli juga menyebut, kerugian dibidang pertanian mencapai Rp 400 – Rp 500 miliar atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan petani gagal panen.











