Reporter : Rahmat R.
Editor : Taya
KENDARI – Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Pahri Yamsul menyebut, gedung Perpustakaan Internasional di Sultra mulai dikerjakan pada akhir Juli 2019 ini.
Ia membeberkan, gedung tersebut akan dikontrak pada 15 Juli 2019 dan Ground Breaking (Peletakan Batu Pertama) akan dilakukan seminggu setelah kontrak.
“Kontrak tanggal 15 Juli ini. Jadi Ground Breaking sekitar 20 Juli atau lebih lama satu Minggu setelah kontrak,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/7/2019).
Kata dia, saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pemenang tender untuk persiapan kontrak termasuk Ground Breaking.
Pahri juga akan menghadap Gubernur Sultra Ali Mazi untuk persiapan Ground Breaking tersebut.
Baca Juga :
- Penggunaan Bahasa Tolaki di Bandara Haluoleo, Ketua DPP LAT Lukman Abunawas: Langkah Pelestarian Budaya
- Tunjukan Komitmennya Kawal Hak Masyarakat Adat, SATGAS Kedaulatan Sumber Daya DPP LAT Sultra Surati PT SCM Routa
- Raih Juara I Pemilihan Nona Indonesia Sultra, Lagi, Maliqa Aurora Janiqa akan Wakili Sultra Ke Tingkat Nasional pada Pemilihan NONA Indonesia
- Usai Sertijab, Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono akan Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
- Kasus Korupsi dan Praktik Ilegal di Konawe, Ini Target Kerja Kapolres Edi Raharjono
- SATGAS Sumberdaya LAT Sultra Rangkul Media Lokal untuk Mensosialisasikan Kegiatan LAT
“PPK sudah siap dan komunikasi di lapangan. Setelah ini kami akan menghadap Gubernur apakah akan ada Ground Breaking atau tidak. Apabila beliau mau maka akan ada acara seremonial, tetapi jika tidak maka akan langsung action,” bebernya.
Ketua Perbasasi Sultra ini juga mengatakan, ketinggian gedung tersebut 6 lantai dengan anggaran tahap pertama Rp 30 miliar.
“Tahap pertama ini masih struktur tahun depan disiapkan anggaran untuk lantainya,” jelas Pahri.
Kata pria yang akrab dengan wartawan ini, untuk tahun ini butuh 300 tiang pancang untuk Perpustakaan Internasional.
“Kami masih bicara tiang pancang belum struktur lain. Jadi ini butuh 300 tiang pancang,” tandas Pahri.(a)











