Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Banjir yang merendam Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini airnya surut. Namun masih meninggalkan pekerjaan bagi warga yang rumahnya terendam, salah satunya di Desa Labungga, Kecamatan Andowia.
Warga kini mulai disibukkan membersihkan lumpur setinggi lutut orang dewasa akibat banjir.Pantauan awak media ini, barang-barang warga terlihat sengaja disimpan di trotoar jalan, mulai dari kursi sudut, kasur, lemari es dan bahkan ada kendaraan roda dua yang diparkir.
Salah seorang warga yang ditemui saat membersihkan lumpur, Yusliatin mengatakan banjir telah berlalu namun menyisakan lumpur di dalam rumah yang menurutnya sulit untuk dibersihkan secara manual.
“Air sudah tidak ada, tapi lumpur di dalam rumah kasian tinggi sekali rata dengan lututnya orang dewasa,” kata Yusliatin, Selasa (18/6/2019).
Baca Juga :
- Gubernur ASR Beberkan Empat Prioritas Pembangunan di Sultra di Hadapan Lukman Abunawas saat Pengukuhan IKA SMAN 1 Kendari
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Tri Saktiawan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
- DPRD Konawe Terima Rancangan KUA-PPAS Perubahan 2026 dari Pemda, Sekda : Defisit Rp174,5 Miliar Ditutup SiLPA dan Pinjaman
- Ditreskrimsus Polda Sultra Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pemkot Baubau, Berkas Tersangka Dinyatakan Lengkap
- FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru
- Dari Bumi Nahdliyin, Nasaruddin Umar Serukan Kepemimpinan Islam yang Merangkul
Saat ini rumah yang sedang dibersihkannya dari lumpur ternyata milik adiknya yang tidak lain adalah Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Konut, Djasmiddin.
“Kita pusing kasian ini. Baru ini adikku saya hubungi nda pusingmi, soalnya kasian dia sibuk urus warga yang kebanjiran. Begitumi kasian dia, urusan warga lebih penting dari pada urusan pribadinya. Padahal rumahnya juga kasian kebanjiran, air sampai di atap rumahnya,” ujarnya bercerita sambil meneteskan air mata.
“Ini kasian lumpur kita mau bersihkan harus gunakan pi mobil tangki air untuk menyomprotnya, soal nda ada tempatnya ini keluar lumpur dari dalam rumah. Alternatif terakhir kita bobol tembok rumah supaya lumpur bisa keluar,” lanjutnya sambil termenung.(b)











