oleh

Banyak Kontraktor di Sultra Belum Manfaatkan Data BMKG

Redaksi

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Kendari mencatat banyak kontraktor proyek pemerintah yang belum memanfaatkan data BMKG sebagai rujukan dalam menentukan dimulainya pekerjaan proyek.

Koordinator Informasi, BMKG Kota Kendari, Faizal Habibi mengatakan hanya sedikit kontraktor yang datang ke BMKG untuk mendapatkan data cuaca. Padahal data cuaca sangat penting dalam menekan resiko dan hambatan pekerjaan akibat faktor cuaca.

“Hanya beberapa saja kontraktor yang datang berkonsultasi ke kami (BMKG-red) sekaligus mendapatkan masukan tentang cuaca bulan depan, nah kalau sudah mendapatkan masukan dari kami pihak kontraktor bisa lebih mawas diri sekaligus mengantisipasi hal –hal yang akan terjadi saat pekerjaan proyek,” jelas Faizal kepada Mediakendari.Com, Selasa, 5 Oktober 2021.

Dijelaskan, khusus akhir tahun ini BMKG memprediksi musim hujan mulai awal November atau akhir November 2021 oleh karena itu waktu pekerjaan proyek harus dipercepat guna menakan resiko yang muncul akibat cuaca.

“Cuaca sekarang terasa panas sekali, tapi di November diprediksi hujan, makanya di Oktober ini semua proyek fisik utamnya yang di lapangan harus digenjot agar di awal November tinggal finishing,” terangnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG wilayah Sultra bagian utara yang meliputi Kolaka Utara, Koltim, Konawe, Kota Kendari dan Bombana belum memasuki musim kemarau tapi akan kembali merasakan hujan sehingga dipredikasi banyak proyek bakal terhalang pekerjaanya.

Faizal menjelaskan tugas BMKG pertama melakukan pengamatan cuaca di laut maupun di darat, kedua membuat tabulasi data cuaca bidang klimatologi, meteorologi, geofisika, ketiga memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat di bidang klimatologi, awal musim hujan, awal musim kemarau, prakiraan cuaca ekstrim 6 bulan, sepuluh hari, 7 hari, 3 hari, dan 30 menit sebelum sebelum kejadian cuaca ekstrim.

Terkini