Reporter : Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Ada yang berbeda saat pelaksanaan Rapat Pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) kali ini, nampak seluruh komisioner serta para staff KPU Sultra menggunakan pita hitam sebagai tanda bela sungkawa atas banyaknya korban pada Pemilu 2019.
Sekretaris KPU Sultra, Syafruddin menuturkan, pita hitam yang di ikatkan pada lengan kanan merupakan tanda bahwa KPU saat ini tengah berduka atas banyaknya korban jiwa maupun jatuh sakit terhadap para petugas Pemilu di lapangan.
“Pleno kali ini kita memang masih suasana penuh duka dan pita hitam ini sebagai tanda berbela sungkawa. Semua anggota komisioner maupun staff menggunakan pita hitam ini,” papar Syafruddin di lokasi kegiatan rapat pleno KPU Sultra, Rabu (8/5/2019).
Baca Juga :
- BABAK BARU! Bareskrim Jadikan Putusan MK-MA Referensi Usut Aduan Ijazah Wapres Gibran
- Bidang Politik DPP LAT Sultra Desak DPR RI, Gunakan Hak Angket, Gibran Sudah Tidak Lagi Memenuhi Syarat Jadi Wapres
- Bukan Makar, Yusril Bongkar Pasal yang Jerat Listyo Sigit, Cuma UU Penyadapan dan ITE
- Mantan Kapolri Listyo Sigit Cs Dijebloskan ke Rutan Mabes Polri Usai Ditetapkan Tersangka Operasi Sadap Ilegal Presiden Prabowo
- Polri Tetapkan Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka – Sadap Presiden, Pejabat, hingga Media
- Isu Sadap Prabowo Meledak! Listyo Sigit hingga Tiga Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri : Nanti Kami Cek
Terlebih katanya, jumlah korban yang meninggal telah mencapai 547 orang di seluruh Indonesia baik itu anggota KPPS maupun PPS serta ribuan lainnya masih dalam perawatan.
Terkhusus di Sultra tambah Syafruddin, jumlah korban jiwa yang meninggal dunia mencapai 6 orang petugas KPPS maunpun PPS, sementara 300 lebih lainnya masih dalam perawatan.
“Dari total 547 korban jiwa yang meninggal dunia itu sudah termasuk 6 orang dari Sultra,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya juga telah memberikan santunan terhadap para keluarga korban. Terlebih telah ada Surat Keputusan (SK) dari Sekjen KPU RI dengan besaran santunan yang cukup variatif.
“Awalnya memang santunan yang kami berikan atas kebersamaan kami. Tapi sekarang sudah ada SK dari Sekjen KPU RI,” tutupnya. (A)











