KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Qohar, menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui langkah strategis dengan melantik delapan pejabat struktural baru di lingkungan Kejati Sultra.
Pelantikan ini berlangsung di Aula Kantor Kejati Sultra, Kendari, pada Jumat, 25 Juli 2025.
Para pejabat yang dilantik antara lain: Sugiyanta, SH., MH. sebagai Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Sultra; Muhammad Ilham, SH., MA. sebagai Asisten Intelijen (Asintel); Aditia Aelman Ali, SH., MH. sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus); R. Firmasyah, ST. sebagai Kepala Tata Usaha (KTU); Andi Halmi Adam, SH. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bombana; Fachrizal, SH. sebagai Kajari Konawe; serta Arif Mirra Kanahau, SH. dan Agnesius Saud Halomoan Napitupulu, SH., MH. sebagai Koordinator pada Kejati Sultra.
Dalam sambutannya, Abdul Qohar menekankan bahwa rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan strategi penguatan jajaran kejaksaan, khususnya dalam menangani perkara korupsi yang menjadi atensi utama Kejati Sultra.
“Penegakan hukum yang tegas, berintegritas, dan profesional adalah tanggung jawab kita bersama. Jabatan adalah amanah dan bentuk kepercayaan institusi,” ujar Abdul Qohar dalam pidatonya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah bentuk penghargaan, melainkan amanah yang menuntut integritas dan tanggung jawab tinggi.
Ia mengingatkan bahwa tantangan penegakan hukum akan semakin kompleks, sehingga seluruh jajaran dituntut menunjukkan profesionalisme, kerja keras, dan sinergi.
“Karena itu, saya minta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar bekerja sungguh-sungguh, menjaga marwah institusi, serta memperkuat sinergi dalam pemberantasan korupsi di Sulawesi Tenggara,” ingatnya.

Fachrizal jadi Motor Penggerak Percepatan Penyelesaian Kasus Korupsi di Konawe
Salah satu sosok penting yang dipercaya dalam pelantikan ini adalah Fachrizal, SH., yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Konawe.
Kehadirannya diharapkan membawa semangat baru dalam mempercepat penyelesaian perkara korupsi di wilayah tersebut.
Fachrizal dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam penanganan perkara pidana khusus, terutama kasus-kasus korupsi yang melibatkan anggaran daerah.
Abdul Qohar menyampaikan bahwa seluruh pejabat yang dilantik hari ini harus menjadi motor penggerak perubahan nyata di satuan kerja masing-masing.
“Saya ingin semua pejabat yang baru dilantik hari ini tidak hanya hadir sebagai pelengkap struktur, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan, khususnya dalam mempercepat penyelesaian perkara korupsi,” tambahnya.
Kajati Sultra juga menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara Kejati dan seluruh Kejari se-Sulawesi Tenggara dalam membangun sistem penanganan perkara yang terstruktur dan terintegrasi.
“Kita tidak bisa membiarkan kepercayaan publik terhadap institusi hukum menurun. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong percepatan penanganan perkara, dan seluruh jajaran harus siap turun langsung ke lapangan, menyentuh langsung akar persoalan,” tegasnya saat ditemui usai pelantikan di ruang kerjanya.
Abdul Qohar juga menegaskan tidak akan segan menindak aparat kejaksaan yang tidak menunjukkan integritas dalam melaksanakan tugas.
Ia menyatakan, Kejati Sultra dalam enam bulan terakhir telah menangani sejumlah kasus korupsi strategis, dan capaian tersebut harus terus ditingkatkan ke depannya.
“Penegakan hukum di Sultra tak boleh stagnan, apalagi dalam kasus-kasus korupsi yang menjadi sorotan masyarakat,” tutup Abdul Qohar.
Dukungan Internal dan Penguatan Lembaga
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Rahman, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kajati.
“Kami mendukung penuh langkah Bapak Kajati dalam memperkuat struktur lembaga kejaksaan. Para pejabat yang dilantik hari ini merupakan sosok-sosok berpengalaman dan berintegritas. Kami percaya mereka akan membawa energi baru dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Menurutnya, pelantikan ini adalah bagian dari pembenahan menyeluruh, termasuk dalam aspek intelijen hukum, penindakan korupsi, dan pelayanan publik yang transparan dan profesional.
Kejati Sultra selama beberapa tahun terakhir aktif membongkar berbagai kasus korupsi, terutama yang berkaitan dengan proyek infrastruktur dan pengelolaan anggaran daerah.
Abdul Qohar menekankan bahwa strategi Kejati tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif, melalui penguatan pengawasan internal dan edukasi hukum kepada masyarakat.
Pelantikan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pejabat baru sebagai simbol komitmen mereka terhadap tugas dan tanggung jawab ke depan.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh pejabat Kejati Sultra, perwakilan Kejari se-Sultra, serta tamu undangan lainnya.











