oleh

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur di Era Digital

Reporter : Ruslan

Editor : Kang Upi

KENDARI – Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng (Hon), PhD, DIC membawakan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (2/5/2019).

Kuliah umum bertema ‘Sosialisasi Intrepreneurship di Era Digital’ ini dihadiri ratusan mahasiswa yang tidak hanya datang dari fakultas setempat tapi juga dari berbagai jurusan lain di UHO.

Dalam materinya, Dr. Poempida Hidayatulloh menjelaskan, entrepreneurship itu tidak bisa dilatih tidak bisa diajarkan, tapi harus keluar dari dalam diri tiap individu, jika ingin menjadi seorang pengusaha.

“Tugas kita adalah mensosialisasikan peluang-peluang yang ada bagimana kita mendapatkan peluang tersebut untuk menjadi usaha yang berkesinambungan,” jelasnya.

Menurutnya, jika mahasiswa tertarik dan mempunyai mentalitas untuk itu, maka dengan sendirinya dia akan berkembang. Jadi, lanjutnya, bukan sesuatu yang diajarkan kemudian bisa langsung jadi entrepreneur.

“Adik mahasiswa disini mereka menunjukkan antisuisme yang cukup baik dan ketertarikan serta cukup serius dan menerima materi. Memang banyak ketidaktahuan, banyak hal yang mereka ingin gali,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa materi yang diberikannya merupakan kisi-kisi untuk menjadi enterpreneur. Selanjutnya, mahasiswa diminta mencari informasi yang lebih tepat, mengaksesnya serta memanfaatkannya demi kebaikan.

“Intinya dari kuliah umum hari ini untuk membuka wawasan mahasiswa bahwa ada peluang baru kerena mereka akan menghadapi disrupsi sekarang saja, tapi disrupsi 20-30 tahun kedepan,” ujarnya.

Dijelaskannya juga, untuk menjadi entrepreneur di era saai ini, persaingan tidak hanya di era digital tapi persaingan juga ada di ruang konvensional. Perbedaan dari keduanya, hanya bedakan dalam kecepatan informasi.

“Persaingan di era digital akan lebih cepat, kuat dan lebih akurat. Jadi kalau kita ingin bersaing di era digital kita harus membuat satu usaha yang tepat yang di sesuaikan dengan daerah masing-masing,” tambahnya.

Ditegaskannya menjadi entrepreneurship, harus siapkan mental, sebab jika tidak punya mental pengusaha akan sulit menjalani persaingan. “Kalau mau jadi pengusaha jantungnya harus lima kalau cuma satu dan takut sekali gagal selesai tidak ada lagi,” paparnya.

Menurutnya juga, kegagalan pasti bukan tidak mungkin terjadi, sebab sukses itu hanya sebagian kecil dari kegagalan. Tetapi yang penting tetap terus bekerja agar bisa belajar dari kegagalan untuk mendapatkan kesuksesan.

“Jadi kuncinya disitu saja kalau orang-orang yang tidak siap secara mental dalam mengambil resiko-resiko lebih baik mereka jadi pekerja jangan jadi pengusaha,” jelasnya. (B)

Terkini