Reporter: Kardin
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Maraknya Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di jalan raya, terutama kaum millenial membuat Satlantas Polres Kendari bekerja sama dengan PT Jasa Raharja (Persero) Sultra, menggelar Sosialisasi berkendara di Yayasan SMA SATRIA.
Ps Kanit Dikmas Satlantas Polres Kendari, Bripka Sahruddin menerangkan, sosialisasi kepada para pelajar agar muncul kesadaran berkendara di jalan raya sejak dini.
Apalagi tingginya tingkat kecelakaan lalulintas di jalan raya, rerata dilakukan usia produktif, salah satunya kaum millenial.
Baca Juga :
- Polda Sultra Gandeng PT Nusa Samudra Berjaya, Perkuat Dukungan Psikologi Personel Lalu Lintas
- Aksi Pencurian Sapi Lintas Desa Terungkap, Polisi Amankan Pelaku
- Langkah Besar Hilirisasi Nikel, Sultra Kirim Feronikel Perdana ke Tiongkok
- Langkah Inovatif Kominfo Sultra, Perkuat Peran Bahasa dalam Ruang Publik
- Kejati Sultra Tunjukkan Taring, Mafia Tambang Dijerat UU Tipikor
- Audiensi di Jakarta, Pemprov Sultra Matangkan Pembangunan Sekolah Garuda
“Undang Undangnya ini kan sudah lama, tapi adik-adik pelajar ini masih banyak yang belum paham. Makanya kita adakan sosialisasi kepada mereka,” ujar Sahruddin usai melakukan sosialisasi, Rabu (20/11/2019).
Senada dengan itu, Kepala Unit Operasional dan Humas PT Jasa Raharja Sultra, Iyan Supiandi mengatakan, berdasarkan data, tingkat kecelakaan di usia produktif dari Januari-Oktober 2019 mencapai 71 persen.
Sehingga maka perlu disosialisasi berlalulintas kepada pelajar. Karena pelajar SMA saat ini sudah menggunakan kendaraan, terutama ketika berangkat sekolah.
“Tingkat kecelakaannya tinggi. Khusus untuk millenial sendiri saja itu mencapai 50,41 persen,” ungkapnya.
Iyan berharap sosialisasi membuat pelajar menaati peraturan dan rambu-rambu lalulintas yang ada di jalan raya, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan.
“Harapannya angka kecelakaan yang tinggi itu bisa ditekan dengan tertib berlalulintas,” harapnya.
Perwakilan Yayasan SMA SATRIA Kendari, Kasman, mendukung sosialisasi tersebut. Katanya, tidak semua siswanya memahami peraturan berlalulintas di jalan raya.
“Tentu ini sangat positif, siswa kami ini memang tidak semua mengetahui aturan dan rambu-rambu di jalan. Di sekolah juga belum diajarkan itu,” terangnya. (A)











