Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPUD Mubar, Laode Nuzul Ansi. (Foto: Erwino/mediakendari.com)

Sosialisasi Pemilu, Relawan Demokrasi dan KPUD Mubar Sasar 11 Basis Pemilih

Reporter : Erwino

Editor : Kang Upi

LAWORO – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna Barat (Mubar) bersama Relawan Demokrasi mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, tentang tata cara untuk menyalurkan hak pilih.

Pada Pemilu 2019 mendatang, KPU menargetkan partisipasi pemilih sebesar 83 persen. Target ini lebih tinggi dibanding data partisipasi pemilih di Mubar pada Pilkada lalu, yang hanya 69 persen.

Komisioner KPU Mubar Divisi SDM dan Parmas, Laode Nuzul Ansi saat ditemui mediakendari.com, memaparkan, bahwa dalam sosialisasi pihaknya menyasar 11 basis pemilih.

Baca Juga : Jelang Pemilu, TNI AU Lanud Haluoleo Kendari Gelar Simulasi

Basis pemilih tersebut yakni, pemilih pemula, muda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, netizen, keagamaan, keluarga, marginal, dan basis komunitas. Sedangkan satu basis sisanya adalah relawan demokrasi.

Dalam sosialisasi ini, kata La Ode Nuzul, ke-55 relawan demokrasi akan dibagi lima orang tiap basis, untuk bertugas menyiapkan materi, masa dan tempat kegiatan.

“Mulai besok kita sudah laksanakan sosialisasi ini bersamaan dengan kegiatan KPU Go To School SMA dan SMK se-Kabupaten Mubar,” kata Laode Nuzul Ansi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2019).

Untuk materi sosialisasi, lanjut Nuzul, masyarakat bakal diberikan pemahaman tentang tahapan, tata cara memilih, baik dari tata cara pindah memilih, pembukaan kertas suara, serta cara pencoblosan.

Untuk lebih menguatkan pemahaman masyarakat, media sosialisasi berupa surat suara, serta peralatan lainnya telah dibuat dengan bentuk serupa dengan aslinya.

“Seperti simulasi, kita berikan pemahaman pada masyarakat tentang tahapan penyelenggaraan Pemilu, mulai dari pemanggilan hingga usai pencoblosan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pemilih disabilitas, kata mantan Protokoler Pemkab Mubar ini, KPU Provinsi Sultra telah menyediakan tim khusus yang berperan sebagai penerjemah bahasa, bagi para penyandang disabilitas tersebut.

“Untuk pemilih disabilitas, KPU Provinsi sudah menyiapkan translatornya,” tukas pria yang akrab disapa Zul ini. (A)

Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!