Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Meskipun Lebaran Idul Fitri 1440 Hijiriyah masih 25 hari lagi, namum Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina mengatakan, pihaknya berencana untuk penambahan armada kapal feri jelang arus mudik Idul Fitri.
Menurutnya penambahan armada feri bisa dilakukan karena saat ini seluruh jalur pelayaran telah di Sultra terkoneksi, seperti pelabuhan Amolengo Konsel ke Labuan Butur, Torobulu Konsel ke Tampo Raha, serta Kolaka menuju Bajoe Sulsel.
Baca Juga :
- Nur Alam Gelar Buka Puasa Bersama Santri dan Anak Yatim di Masjid Al Alam Kendari
- Polemik Dugaan Tambang Nikel Ilegal di Konut, Status Hukum Anton Timbang Jadi Sorotan
- Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga
- Kapolda Sultra Salurkan Zakat Fitrah kepada 159 Penerima Jelang Idulfitri
- Kapolda Sultra Pantau Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Amolengo dan Torobulu
- Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Sultra Aman Selama Ramadan
Ia menyebut, apabila volume penumpang meningkat dan melebihi kapasitas ketersediaan armada feri, maka Dishub akan berkoordinasi dengan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk penambahan armada tersebut.
“Kalau terjadi kekurangan kapal ditiap pelabuhan itu. Baru kita memanggil ASDP untuk mengkoordinasikan penambahan aramda,” ungkapnya di Kendari beberapa waktu lalu.
Untuk rencana penambahan armada, kata Hado, tidak hanya dilakukan melalui ASDP, tapi bisa juga melalui jasa perusahaan kapal swasta dengan syarat dikomunikasikan kepada pihak Dishub Sultra dan atas izin Gubernur Sultra.
“Seandainya ada pihak swasta yang menyediakan kapal bisa saja, tapi harus melalui izin gubernur,” terang Hado.
Hado juga mengingatkan, kepada petugas pelabuhan di semua titik di Sultra untuk tidak melakukan pelayaran bila terjadi gelombang tinggi, saat arus mudik lebaran 2019.
Untuk rute yang bisanya mengalami gangguan cuaca berupa angin kencang yakni penyeberangan Kolaka – Bajoe, Torobulu-Tampo serta Amolego-Labuan dan Wangi-wangi – Lasalimu.
“Kita menghimbau agar tidak melakukan pelayaran, karena lebih baik tidak berangkat dari pada harus membahayakan penumpang seperti Menteri Jonan dulu bilang. Jadi kita awasi dari aspek keamanan saja,” tukas mantan Pj Wali Kota Baubau ini. (B)











