Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Meskipun Lebaran Idul Fitri 1440 Hijiriyah masih 25 hari lagi, namum Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina mengatakan, pihaknya berencana untuk penambahan armada kapal feri jelang arus mudik Idul Fitri.
Menurutnya penambahan armada feri bisa dilakukan karena saat ini seluruh jalur pelayaran telah di Sultra terkoneksi, seperti pelabuhan Amolengo Konsel ke Labuan Butur, Torobulu Konsel ke Tampo Raha, serta Kolaka menuju Bajoe Sulsel.
Baca Juga :
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- Apresiasi Penanganan Tipikor, Ampuh Desak Kajati Sultra Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank BPD Sebesar Rp 7, 7 Miliar
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
Ia menyebut, apabila volume penumpang meningkat dan melebihi kapasitas ketersediaan armada feri, maka Dishub akan berkoordinasi dengan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk penambahan armada tersebut.
“Kalau terjadi kekurangan kapal ditiap pelabuhan itu. Baru kita memanggil ASDP untuk mengkoordinasikan penambahan aramda,” ungkapnya di Kendari beberapa waktu lalu.
Untuk rencana penambahan armada, kata Hado, tidak hanya dilakukan melalui ASDP, tapi bisa juga melalui jasa perusahaan kapal swasta dengan syarat dikomunikasikan kepada pihak Dishub Sultra dan atas izin Gubernur Sultra.
“Seandainya ada pihak swasta yang menyediakan kapal bisa saja, tapi harus melalui izin gubernur,” terang Hado.
Hado juga mengingatkan, kepada petugas pelabuhan di semua titik di Sultra untuk tidak melakukan pelayaran bila terjadi gelombang tinggi, saat arus mudik lebaran 2019.
Untuk rute yang bisanya mengalami gangguan cuaca berupa angin kencang yakni penyeberangan Kolaka – Bajoe, Torobulu-Tampo serta Amolego-Labuan dan Wangi-wangi – Lasalimu.
“Kita menghimbau agar tidak melakukan pelayaran, karena lebih baik tidak berangkat dari pada harus membahayakan penumpang seperti Menteri Jonan dulu bilang. Jadi kita awasi dari aspek keamanan saja,” tukas mantan Pj Wali Kota Baubau ini. (B)











