KENDARIMETRO KOTAPEMERINTAHANPROV SULTRA

Disiplin ASN Jadi Kunci Sultra Maju, Tegas Wagub Hugua Saat Sidak

3652
×

Disiplin ASN Jadi Kunci Sultra Maju, Tegas Wagub Hugua Saat Sidak

Sebarkan artikel ini
Sidak yang dimulai pukul 07.30 WITA diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Wagub Sultra di halaman kantor Disketapang. A

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, menegaskan bahwa disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. Hal itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sultra pada Rabu pagi (20/8/2025).

Sidak yang dimulai pukul 07.30 WITA diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Wagub Sultra di halaman kantor Disketapang.

Turut hadir mendampingi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sultra, Sukanto Toding, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nur Saleh;,Asisten III Bidang Administrasi Umum, La Haruna, Kepala Disketapang Sultra, Ari Sismanto, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.

Dalam arahannya, Hugua menekankan pentingnya apel pagi sebagai wahana pembinaan disiplin sekaligus pembentukan budaya kerja positif. Menurutnya, apel bukan hanya soal kehadiran, melainkan harus memberi makna lebih bagi pegawai.

“Apel itu jangan sekadar hadir absen, tetapi harus memberi nilai. Nilai yang paling utama adalah doa, karena dengan berdoa kita memohon kesehatan, keselamatan, dan manfaat besar untuk keluarga serta bangsa. Selain itu, saya merekomendasikan agar apel juga diisi dengan pembacaan buku atau artikel motivasi. Kita harus membiasakan diri membaca, sebab banyak yang merasa cukup pintar karena sarjana, tetapi tidak lagi membaca buku. Padahal membaca adalah kebutuhan bagi pengembangan diri,” tegasnya.

Hugua juga meminta agar para Kepala Bidang bisa menyampaikan pesan singkat bermakna saat apel, sehingga kegiatan rutin tersebut memberi inspirasi. “Dengan begitu, apel akan lebih bermakna karena selalu ada sesuatu yang ditunggu oleh peserta apel,” tambahnya.

Lebih jauh, Wagub menegaskan dirinya akan terus melakukan sidak ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa jadwal pasti. Hal itu demi memastikan kedisiplinan benar-benar melembaga di kalangan ASN.

“Saya akan melakukan sidak kapan pun waktunya, saya bisa hadir untuk memastikan budaya disiplin benar-benar melembaga. Karena disiplin adalah kunci menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Disketapang Sultra, Ari Sismanto, melaporkan jumlah ASN di instansinya mencapai 64 orang, termasuk yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) serta kios pangan. Berdasarkan absensi, tingkat kehadiran pegawai mencapai 87 persen. Menanggapi hal tersebut, Hugua mengapresiasi capaian kehadiran ASN Disketapang.

“Kehadiran apel pagi sebesar 87 persen sudah di atas 75 persen, artinya sudah baik. Ini mencerminkan bahwa pemerintah Sultra perlahan tetapi pasti mulai melembagakan disiplin ASN sebagai gaya hidup atau lifestyle. Kalau disiplin sudah jadi budaya, maka Sultra ke depan akan semakin maju,” jelasnya. Meski demikian, ia menyoroti perbedaan antara absensi manual dan elektronik di beberapa OPD.

“Saya melihat ada fenomena unik. Penilaian absensi manual bisa berbeda jauh dengan elektronik. Misalnya, ada yang manualnya peringkat 11 tetapi elektroniknya peringkat 1. Ini membingungkan karena seolah-olah ada yang bisa disiasati. Idealnya, kedua sistem itu konsisten, misalnya manualnya peringkat 2 dan elektroniknya peringkat 3, itu masuk akal. Maka ke depan saya minta keduanya diperhatikan agar benar-benar mencerminkan kedisiplinan ASN,” katanya.

Hugua menegaskan, absensi elektronik tetap menjadi acuan utama, sementara absensi manual hanya pelengkap.

Ia juga meminta Satpol PP serta pejabat pengawas memastikan pencatatan dilakukan secara objektif. Dalam arahannya, Wagub mengaitkan disiplin ASN dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Indonesia pada tahun 2045 sudah masuk usia 100 tahun dan diharapkan menjadi negara maju. Untuk itu, disiplin ASN menjadi jaminan. ASN yang disiplin akan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas, yaitu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Hugua pun menekankan tiga substansi penting dalam apel pagi, yaitu doa, pesan motivasi singkat, serta gotong royong untuk memperkuat kebersamaan.

“Apel harus menjadi sarana membangun doa, motivasi, dan kebersamaan. Kalau hanya hadir absen tanpa substansi, tidak ada artinya. Mari kita tegakkan kembali kedisiplinan agar kita semua menjadi the best,” tutupnya.

Usai apel, Wagub bersama rombongan melanjutkan sidak dengan meninjau langsung kondisi kerja di Disketapang serta mengunjungi Klinik Hewan milik Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra di Jalan Abunawas, Kendari.

 

 

You cannot copy content of this page