Disperdagkop Kota Kendari Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Normal Jelang Nataru

NEWS302 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Kendari menjelang natal 2022 tahun baru 2023, terpantau masih dalam keadaan normal.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Kendari Alda Kesutan Lapae, Kamis (15/12/2022).

Dia mengungkapkan pihaknya telah beberapa kali melakukan sidak di pasar Kota Kendari untuk memastikan hal tersebut.

Baca Juga : Bocah Belasan Tahun di Kendari Udah Jadi Maling “Level Pro”, Beraksi Dalam Senyap, Motor Pun Lenyap

“Kita memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok aman. Saat ini masih kategori wajar dengan besaran Rp2000 per kilo atau per liter dari masing-masing item,” katanya.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih, sebelumnya dijual dengan harga Rp38 ribu per kilo, kini harga penjualannya menjadi Rp40 ribu per kilo.

Sementara itu pada beras juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp9 ribu – Rp10 ribu per liternya, kini dijual dengan harga Rp11 ribu per liter.

“Kami temukan ada beberapa jenis bahan yang mengalami kenaikan harga, tapi masih dalam batas wajar atau tidak terlalu berlebihan,” bebernya.

Data-data harga tersebut menjadi laporan mingguan Dinas Perdagangan yang masuk ke Inspektorat Kota Kendari, Kejaksaan Negeri Kendari, hingga menjadi laporan permintaan dari pihak kepolisian sebagai laporan tentang inflasi Kota Kendari.

Baca Juga : PKB Sultra Target Satu Kursi DPRD Sultra untuk Dapil Konsel-Bombana

“Sidak ini juga bertujuan untuk mengingatkan distributor, termasuk para pedagang pelaku usaha agar memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada masyarakat,” katanya.

Instansi ini juga melarang pedagang menjual barang dengan harga yang tidak sesuai kondisi atau terlalu mengambil keuntungan dengan memanfaatkan situasi, terlebih lagi stok ketersediaan bahan pokok saat ini masih mencukupi.

“Tidak ada alasan menaikkan harga. Ke depan kita masih akan terus melakukan sidak dan pemantauan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan,” tegasnya.

Reporter: Dila Aidzin