Reporter: Mumun
Editor: La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) mewanti-wanti perusahaan di Konut untuk tidak memakai Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal. Jika ditemukan mereka tak segan mengambil tindakan tegas.
“Kalau kami dapatkan, kami akan langsung deportasi dengan melibatkan pihak Imigrasi Sultra,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Distransnaker Konut, Hendra, Kamis (7/11/2019).
BACA JUGA:
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
Saat ini lanjutnya, tercatat ada sembilan TKA yang terdaftar resmi di wilayah Bumi Oheo dan bekerja di sektor pertambangan di Kecamatan Langgikima. Tiga di PT Kanutara Sejati dan enam di PT KKU.
Hendra menjelaskan, kesembilan TKA asal Cina bekerja sejak dua perusahaan tersebut melakukan penambangan. Mereka menggunakan visa tenaga kerja.
“Kita selalu koordinasi dengan Imigrasi terkait dengan TKA. Mereka masuk sejak perusahaan ini beroperasi. Setiap tahun diperpanjang oleh Distransnaker Provinsi. Disini sebenarnya bisa, tapi harus ada Perda nya,” tuturnya. (B)











