Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus melakukan upaya pendampingan kepada anak-anak korban banjir.
Pendampingan itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya trauma bagi anak usia dini pascabanjir bandang yang meluluh lantakkan kediaman maupun sekolah mereka.
“Kita tetap melakukan pendampingan baik anak-anak maupun wanita dewasa. Tadi kita langsung di lapangan melihat anak-anak apakah masih steril kesehatannya, makanannya, apa semua. Nanti ada yang kurang kami sampaikan ke pimpinan,” kata Kepala DP3A Konut, Martina, Selasa (25/6/2019).
Baca Juga :
- Minggu Kasih di Gereja Toraja, Dir Samapta Sampaikan Pesan Bahaya Narkoba
- Wakapolres Konsel Bersama Wagub Sultra Hadiri Harlah Ponpes Nahdlatul Ulum – 1000 Jamaah Tumpah Ruah di Konda
- Minggu Kasih, Kapolres Konawe Selatan Ajak Jemaat Gereja Perangi Judi Online dan Narkoba
- LIRA Sultra Desak Gakkum Beri Sanksi Pidana PT Sambas Atas Dugaan Perambahan Hutan Mangrove
- Kapolres Konsel AKBP Daeng Riandika Pimpin Pengungkapan Curanmor dan Penyerahan Motor Temuan di Sabulakoa
- Polda Sultra Penegakan Hukum Hasilkan Lelang Barang Rampasan Negara Rp8,18 Miliar, Didominasi Kasus Pertambangan
Menurut Martina, untuk anak-anak sekolah yang sedang mengenyam pendidikan dan fasilitas sekolahnya hanyut terbawah banjir tidak perlu khawatir. Karena saat ini instansinya sedang melakukan pendataan anak-anak korban banjir yang selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk menyiapkan fasilitas tersebut.
“Untuk sementara kami masih upayakan, kami sedang mendata dulu semua anak-anak. Dikbud yang akan menyiapkan fasilitas sekolah. Datanya sudah ada, hanya kami belum jumlahkan keseluruhan,” ujarnya.
(a)
