Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus melakukan upaya pendampingan kepada anak-anak korban banjir.
Pendampingan itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya trauma bagi anak usia dini pascabanjir bandang yang meluluh lantakkan kediaman maupun sekolah mereka.
“Kita tetap melakukan pendampingan baik anak-anak maupun wanita dewasa. Tadi kita langsung di lapangan melihat anak-anak apakah masih steril kesehatannya, makanannya, apa semua. Nanti ada yang kurang kami sampaikan ke pimpinan,” kata Kepala DP3A Konut, Martina, Selasa (25/6/2019).
Baca Juga :
- Miris!! Bertahun Tahun Tarik PAD di Pantai Wisata Toronipa, Pemda Konawe hanya Miliki Aset 1 Unit MCK
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
- Plt Lurah Toronipa Indawati Ganti Tiga Aparat RT/RW dapat Dukungan dari Bupati Yusran
- TEGAS! Pimpinan BULOG Unaaha Hendra Dionisius: Beras Banpang Tidak Layak Kami Ganti 2×24 Jam
- Tuduhan PT Merbaujaya Indahraya, Tak Terbukti, Armin Amin Divonis Bebas PN Andoolo
Menurut Martina, untuk anak-anak sekolah yang sedang mengenyam pendidikan dan fasilitas sekolahnya hanyut terbawah banjir tidak perlu khawatir. Karena saat ini instansinya sedang melakukan pendataan anak-anak korban banjir yang selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk menyiapkan fasilitas tersebut.
“Untuk sementara kami masih upayakan, kami sedang mendata dulu semua anak-anak. Dikbud yang akan menyiapkan fasilitas sekolah. Datanya sudah ada, hanya kami belum jumlahkan keseluruhan,” ujarnya.
(a)











