Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus melakukan upaya pendampingan kepada anak-anak korban banjir.
Pendampingan itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya trauma bagi anak usia dini pascabanjir bandang yang meluluh lantakkan kediaman maupun sekolah mereka.
“Kita tetap melakukan pendampingan baik anak-anak maupun wanita dewasa. Tadi kita langsung di lapangan melihat anak-anak apakah masih steril kesehatannya, makanannya, apa semua. Nanti ada yang kurang kami sampaikan ke pimpinan,” kata Kepala DP3A Konut, Martina, Selasa (25/6/2019).
Baca Juga :
- Turun ke Warkop, Kapolres Konawe Selatan Ajak Warga Jaga Kampung : Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama
- Santai Tapi Tegas! Wakapolda Sultra Ngopi Bareng Ketua Kopdar Rusmin dan Tokoh Sultra Bisman Saranani, Bahas Kantibmas, Narkoba, Miras Hingga Judol
- Lagi! Polres Konsel Gagalkan Peredaran 50 Sachet Sabu 11,62 Gram di Lamboo Moramo, Pemuda 20 Tahun Diciduk
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
Menurut Martina, untuk anak-anak sekolah yang sedang mengenyam pendidikan dan fasilitas sekolahnya hanyut terbawah banjir tidak perlu khawatir. Karena saat ini instansinya sedang melakukan pendataan anak-anak korban banjir yang selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk menyiapkan fasilitas tersebut.
“Untuk sementara kami masih upayakan, kami sedang mendata dulu semua anak-anak. Dikbud yang akan menyiapkan fasilitas sekolah. Datanya sudah ada, hanya kami belum jumlahkan keseluruhan,” ujarnya.
(a)











