Editor : Kang Upi
KENDARI – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe sejak dua pekan silam, rupanya tidak hanya merusak infrastruktur dan ribuan bangunan lainnya, tetapi juga berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan warga.
Berdasarkan data yang dirilis, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Konawe, Syahrul, SKM.MM, sebanyak 4496 warga yang menjadi korban banjir kini dilaporkan sakit.
BACA JUGA :
- HAMBALANG MEMANAS! 10 Eks Kapolri Bertemu Prabowo, Idham Azis Absen Misterius
- Kejagung Diminta Bongkar Jaringan AK ke PT TMS Kabaena yang Diduga Terkait Keluarga Gubernur Sultra ASR
- TERTANGKAP TANGAN! Subdit IV Kamneg Ditintelkam Polda Sultra, Sita 5.460 Liter Solar Subsidi Mau Masuk Tambang, 2 Sopir Diciduk di Lapoa
- DISEROBOT! Kontraktor “D” Diduga Kuasai Lahan SPK PT Oheo di IUP PT Cinta Jaya Konawe Utara, Terancam Dilapor di Polda
- Deadlock, 2 Kali Paripurna Gagal Quorum, LIRA Desak Mendagri Tegur Gubernur Sultra – Diduga Cawe-Cawe
- Bidang Politik DPP LAT Sultra Desak DPR RI, Gunakan Hak Angket, Gibran Sudah Tidak Lagi Memenuhi Syarat Jadi Wapres
Dari jumlah tersebut, dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang warga harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan data jumlah korban terdampak banjir, warga dari Desa Anggotoa, Kecamatan Anggotoa dilaporkan dengan jumlah terbanyak yang mengalami sakit yakni 261 warga.
Untuk jumlah terbanyak kedua yakni dari Desa Lawulo, Kecamatan Anggaberi dengan jumlah warga yang sakit mencapai 246 orang.
Untuk memberikan pelayanan atas keluhan kesehatan warga yang menjadi korban banjir ini, Dinkes Konawe menyiagakan 17 Puskesmas dan BLUD RSUD Konawe.











