Editor : Kang Upi
KENDARI – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe sejak dua pekan silam, rupanya tidak hanya merusak infrastruktur dan ribuan bangunan lainnya, tetapi juga berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan warga.
Berdasarkan data yang dirilis, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Konawe, Syahrul, SKM.MM, sebanyak 4496 warga yang menjadi korban banjir kini dilaporkan sakit.
BACA JUGA :
- PT LAW Jadi Contoh Buruk Pemberdayaan, Cegah Konflik Antar Pengusaha Lokal
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- PIRA Sultra Kehilangan Sosok Ibu: Fenni Anggarainy Natakusuma – Saya Bersaksi Dessy Indah Rachmat Orang Baik
- Dekan FEB Unusia Pimpin Kolaborasi Internasional Terbitkan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Q1 JURIS
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
Dari jumlah tersebut, dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang warga harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan data jumlah korban terdampak banjir, warga dari Desa Anggotoa, Kecamatan Anggotoa dilaporkan dengan jumlah terbanyak yang mengalami sakit yakni 261 warga.
Untuk jumlah terbanyak kedua yakni dari Desa Lawulo, Kecamatan Anggaberi dengan jumlah warga yang sakit mencapai 246 orang.
Untuk memberikan pelayanan atas keluhan kesehatan warga yang menjadi korban banjir ini, Dinkes Konawe menyiagakan 17 Puskesmas dan BLUD RSUD Konawe.











