Reporter: Kardin
KENDARI – Mundurnya Rusmin Abdul Gani dari jabatannya sebagai Deputi Site Manager di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) direspon keras pengusaha lokal Sulawesi Tenggara (Sultra).
Nizar Fachry, salah seorang pengusaha lokal yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menuturkan, mundurnya Rusmin dari PT VDNI menghilangkan icon pembangunan industrialiasi yang berkearifan lokal.
“Rusmin bukan sekedar manager yang bertugas sebagai pengawal investasi asal Negeri Tirai Bambu, namun dia hadir sebagai simbol negara atau simbol kebangkitan pengusaha lokal,” ungkap Nizar di Kendari, pada Selasa malam (13/8/2019).
Ia juga menilai, selama satu semester menjabat Deputi Site Manager di PT VDNI, Rusmin dianggap mampu membuat banyak terobosan penting. Termasuk diantaranya, bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan melalui forum kemitraan.
“Sebagai pengusaha lokal, kami meyakini bahwa Virtue hadir untuk kemajuan daerah. Kami juga hadir karena efek industrialisasi yang ada di daerah kami,” terangnya.
Olehnya itu kata Nizar, dengan mundurnya Rusmin dari PT VDNI dengan berbagai macam kendala yang dihadapi di perusahaan nikel tersebut, memiliki efek domino terhadap pengusaha lokal lainnya.
BACA JUGA :
- Informa Kendari Hadirkan Promo Imlek dan Ramadhan, Cashback Hingga Rp1,8 Juta
- BPR Bahteramas Konawe Siap Kawal Visi-Misi Pembangunan ‘Konawe Bersahaja’ 2025–2030 Bebas Narkoba
- Kepala Perum Bulog Konawe: Target Pengiriman 15.000 Ton Beras
- Pembelian Gabah di Tingkat Petani, Langkah Strategis KaBulog Konawe Muh Abdan Djarmin
- Honda Resmi Luncurkan New Vario 125 di Kendari
- Siap Bersaing dengan Bank Nasional, Bank Sultra Mantapkan Fondasi Internal
“Tentu ini ada efek dominonya bagi pengusaha lokal seperti kami,” tegasnya.
Menurutnya, dibawah kepemimpinan Rusmin, PT VDNI bergerak kearah yang lebih maju khususnya gagasan untuk menuntaskan berbagai masalah yang ada , seperti pajak dan retribusi yang masih terkendala, izin mengenai Amdal PLTU.
Termasuk juga masalah izin reklamasi dan persoalan pengupahan dan banyaknya calo tenaga kerja tidak mendapat respon dari pihak perusahaan.
“Menanggapai itu, kami akan membentuk forum pengusaha lokal dan akan menyuarakan ke pusat terkait hal ini,” pungkasnya. (A)











