Reporter : Ardilan
Editor : Kang Upi
BAUBAU – Entah setan apa yang tengah merasuki pikiran, LB alias Al (35) warga Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (24/7/2019) lalu.
Pasalnya, hanya karena tidak dibelikan sebungkus rokok oleh ibunya FZ (59), Ia tega menganiaya sang ibu dengan cara menendang dan memukul orang tua kandungnya itu.
Peristiwa memilukan itu sebagaimana diungkapkan Kasubag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman pada konferensi pers diruang Humas Polres Baubau, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, penganiayaan itu dilakukan pelaku karena keinginannya tak terpenuhi oleh korban untuk membelikannya sebungkus rokok, pelaku yang marah langsung memukuli korban.
Iptu Suleman menuturkan, penganiayaan itu dilakukan pelaku dengan cara meninju bagian dada korban. Tak hanya itu, pelaku juga menendang korban hingga jatuh tersungkur.
BACA JUGA :
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Ampuh Sultra : APH Diminta Preventif Cegah Material Ilegal di Proyek Bendungan Pelosika
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
“Awalnya korban menyuruh pelaku agar pergi membeli minyak tanah. Pelaku bersedia tapi harus dibelikan sebungkus rokok. Namun karena korban tak punya cukup uang, pelaku pun kesal hingga menganiaya korban,” jelas Iptu Suleman.
Iptu Suleman juga menceritakan, usai menganiaya korban, pelaku kemudian pergi dan korban lalu berteriak meminta tolong, sehingga anaknya yang lain menemukan korban yang sudah tergeletak.
Setelah itu, lanjutnya, tindakan pelaku pun dilaporkan ke pihak kepolisian ke Polres Baubau. Menurutnya, polisi membekuk pelaku disalah satu kos di Jalan Walter Mongonsodi.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 44 ayat I UU 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, sub pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, disertai denda Rp 15 juta. (A)











