Reporter : Hasrun
RUMBIA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana menggelar seminar akhir dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wisata Laponu-Ponu dan Pulau Kondo.
Kepala Dinas PUPR Bombana, Man Arfa menjelaskan, seminar ini merupakan bagian dari upaya untuk melahirkan dokumen perencanaan yang detail atas dua kawasan wisata yang terletak di Poleang Barat tersebut.
“RTBL ini dokumen yang berlangsung secara terus menerus dan menjadi landasan dokumen perencanaan pembangunan,” ujar Man Arfa ditemui disela seminar, Selasa,(6/8/2019).
- Sambut Akhir Tahun, Desa Kondongia Siapkan Wakila Festival sebagai Motor Ekonomi Baru
- Dispar Sultra Dukung Penuh Pelestarian Gua Soronga, Situs Unik dengan Peti Kayu Purba
- Dispar Sultra Catat Ledakan Wisata Kuliner, Kendari Dominasi 28 Persen Pergerakan Wisatawan Nusantara
- Kunjungan Wisatawan ke Wakatobi Meningkat, Wisata Bawah Laut Tomia Jadi Daya Tarik Utama
- Chamber Raksasa dan Tanaman Hijau Jadi Daya Tarik Utama, Gua Bangkudu Jadi Spot Foto Alami Paling Eksotis di Muna Barat
- Gua Tengkorak Lawolatu, Destinasi Wisata Prasejarah Paling Unik di Kolaka Utara
Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Bombana tidak bisa melanjutkan membangun kawasan pariwisata tanpa RTBL. “Ini adalah dasar perencanaan saja. Nanti dalam prosesenya juga pembangunan fisik harus mengacu pada RTBL,” terangnya.
Man Arfa juga menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek yang ada di kawasan pariwisata, seperti ekonomi, lingkungan, pertanian dan sosial.
“Nantinya perencanaan pembangunan fisik disana harus mengacu pada dokumen ini, karena dokumen ini adalah kitab utama dalam pembangunan kawasan tersebut,” tegasnya.
Ia juga berharap dengan terbitnya RBTL nantinya dapat menjadi produk dokumen dan menjadi acuan dasar pengembangan wisata. “Khususnya dalam membangun fisik pulau Kondo dengan Laponu-Ponu,” pungkasnya. (A)











