Redaksi
KENDARI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kota Kendari, menyangkan dan mengecam adanya korban jiwa saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis 26 September 2018 lalu.
GMNI meminta, agar pelaku penembakan dan pengenaiyaan yang menyebabkan Randi dan Yusuf Kardawi segera ditangkap dan diproses secara hukum.
Menurut GMNI Kendari, menyampikan pendapat dijamin oleh undang – undang, semua pihak punya kesempatan yang sama menyampikan aspirasi. Namun, harus dilakukan secara intelektual dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga:
- Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sultra Blusukan Jumat Keliling di Korumba Kendari, Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Miras
- Box Culvert Tak Dirabat, Galian Masih Tergenang Air, Ampuh Sultra Bongkar Bobrok Proyek Drainase 24,6 M APBN di Kendari, PPK 2.2 dan Bos UD Maju Harus Diperiksa
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
- Bendahara PERADI Profesional Kendari Lawyer Iwan Dapat Penghargaan dari Direktur MEK TV Jafrun, Bongkar Anggaran Khusus Cetak Advokat Bermutu
- Tingkatkan Akses Keadilan, PERADI Profesional Sultra Berkomitmen Dampingi Masyarakat Kecil -Lawyer Perempuan Dr. Hijriani dapat Penghargaan MEK TV
- Sang Deklarator PERADI Profesional Sultra Terima Penghargaan dari Direktur MEK TV, Dr. Syahiruddin Latif : PERADI Profesional Hadir di Sultra Tekankan Etika Advokat dan Siapkan Bantuan Hukum Gratis
GMNI juga menekankan kepada pihak Kepolisian yang diberi mandat mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi jangan menggunakan cara cara yang represif atau tindak kekerasan.
Namun demikian, karena telah adanya korban, baik korban jiwa maupun luka, GMNI terus mendesak dan mengawal agar kasusnya dituntaskan. GMNI berharap, tak ada lagi korban jiwa dalam penyampaian aspirasi mahasiswa.
“Dan semoga kejadian ini untuk yang terakhir kali, dan tidak boleh terjadi lagi, tidak boleh ada korban lagi. Polisi jangan represif, karena polisi itu pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, dan kami juga akan tetap mengawal sampai kasus ini betul-betul diselesaikan,” kata pimpinan GMNI Kendari, Abdul Wahab dalam rilisnya.











