KENDARIMETRO KOTA

GMNI Sultra Tegaskan Dukungan Penuh Rekonsiliasi Nasional, Akhiri Fragmentasi Internal

849
×

GMNI Sultra Tegaskan Dukungan Penuh Rekonsiliasi Nasional, Akhiri Fragmentasi Internal

Sebarkan artikel ini
Momentum ini menjadi titik balik penting bagi GMNI untuk kembali berdiri utuh dalam satu barisan ideologis dan organisatoris.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Sulawesi Tenggara secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Rekonsiliasi Persatuan Nasional GMNI.

Langkah ini dinilai sebagai komitmen kolektif untuk mengakhiri fragmentasi internal serta memulihkan keutuhan organisasi sebagai fondasi perjuangan mahasiswa nasionalis di tengah dinamika kebangsaan.

Rekonsiliasi Persatuan Nasional tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI Periode 2025–2028 yang dilaksanakan di Inna Bali Heritage, Denpasar, Indonesia.

Momentum ini menjadi titik balik penting bagi GMNI untuk kembali berdiri utuh dalam satu barisan ideologis dan organisatoris.

Ketua Umum DPP GMNI Periode 2025–2028, Muhammad Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa rekonsiliasi dan deklarasi persatuan nasional bukan sekadar seremoni politik, melainkan awal konsolidasi menyeluruh GMNI ke depan.

“Rekonsiliasi ini adalah bentuk kedewasaan politik GMNI. Persatuan bukan tanda kelemahan, melainkan kesadaran kolektif bahwa GMNI jauh lebih besar daripada ego, jabatan, dan luka masa lalu,” tegas Risyad.

Menurutnya, GMNI harus kembali menjadi organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berpijak pada satu pijakan ideologis yang sama, yakni Marhaenisme dan ajaran Bung Karno. Tanpa persatuan, kata Risyad, ideologi akan kehilangan daya gerak.

“Persatuan harus diwujudkan melalui penguatan organisasi, kaderisasi, dan keberpihakan GMNI kepada rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI lainnya, Arjuna Putra Aldino, menegaskan bahwa persatuan merupakan syarat mutlak agar GMNI kembali tampil sebagai organisasi pelopor di tengah tantangan zaman.

“Persatuan adalah jalan satu-satunya agar GMNI kembali menjadi organisasi pelopor, dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas ego pribadi,” kata Arjuna.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan nasional DPP GMNI Periode 2025–2028 di bawah komando Muhammad Risyad Fahlefi dan Patra Dewa sebagai nahkoda baru organisasi.

Dukungan terhadap Rekonsiliasi Nasional juga datang dari para senior GMNI di Sulawesi Tenggara. Eks Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, mengapresiasi langkah konkret yang diambil pimpinan DPP. Ia menilai rekonsiliasi sebagai angin segar untuk menegaskan kembali konsistensi perjuangan serta menjaga marwah persatuan marhaenis Indonesia.

“Ini adalah jalan baru agar GMNI tetap hadir sebagai kekuatan intelektual dan gerakan perubahan bagi masyarakat, nusa, dan bangsa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Eks Ketua DPC GMNI Muna, Ruslan, yang menilai komunikasi yang terstruktur, sistematis, dan masif dari pimpinan DPP menjadi terobosan penting bagi perbaikan organisasi ke depan.

“Langkah ini akan menjadikan GMNI semakin naik kelas dengan semangat Satyatama, Bina Diri, Bina Ilmu, dan Bina Bangsa,” tegasnya.

Ketua DPD GMNI Sulawesi Tenggara, Rio Laumpara, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh Rekonsiliasi Persatuan Nasional agar kerja-kerja organisasi dan ideologi ke depan lebih terarah, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Persatuan adalah kekuatan utama. Dengan itu GMNI akan semakin solid dan berdampak,” katanya.

Rio juga mengajak seluruh kader GMNI di Sulawesi Tenggara untuk tetap solid, kompak, serta menjaga napas perjuangan secara kolektif dan kolegial. Ia menegaskan bahwa GMNI Sultra siap mengawal kepemimpinan nasional DPP GMNI Periode 2025–2028 hingga akhir masa jabatan.

Dengan dukungan penuh dari DPD dan DPC GMNI Sulawesi Tenggara, Rekonsiliasi Persatuan Nasional diharapkan menjadi momentum bersejarah untuk mengakhiri fragmentasi internal dan membuka babak baru perjuangan GMNI yang lebih matang, progresif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.

You cannot copy content of this page