Gubernur ASR Beberkan Empat Prioritas Pembangunan di Sultra di Hadapan Lukman Abunawas saat Pengukuhan IKA SMAN 1 Kendari
KENDARI, Mediakendari.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka membeberkan empat prioritas pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus mengukuhkan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Kendari periode 2025–2029 di Aula SMAN 1 Kendari, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka mengukuhkan pengurus IKA SMAN 1 Kendari yang diketuai Andi Ady Aksar. Prosesi pengukuhan diawali pembacaan Surat Keputusan Pengurus IKA oleh Kepala SMAN 1 Kendari, dilanjutkan pembacaan naskah pengukuhan, pelantikan pengurus, serta penyerahan bendera pataka kepada Ketua IKA.
Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan kondisi fiskal yang dihadapi pemerintah daerah sejak dirinya bersama Wakil Gubernur Sultra Hugua dilantik pada Februari 2025.
Menurutnya, saat pemerintahan baru dilantik, APBD 2025 telah ditetapkan sehingga program pembangunan yang dijanjikan belum dapat sepenuhnya dituangkan dalam struktur anggaran.
Penyesuaian program baru dapat dilakukan pada APBD 2026, namun pemerintah kembali menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat pemerintah harus realistis dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Dari delapan prioritas yang kita sampaikan saat kampanye, sekarang kita fokuskan pada empat bidang yang dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Keempat prioritas tersebut yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta agromaritim berbasis ketahanan pangan.
Di sektor pendidikan, pemerintah provinsi akan menetapkan satu SMA unggulan di setiap kabupaten/kota.
Penetapan dilakukan berdasarkan kajian dan sejumlah indikator, termasuk jumlah peserta didik.
Untuk tingkat provinsi, SMA Negeri 4 Kendari ditetapkan sebagai sekolah unggulan.
Namun, Gubernur menegaskan SMAN 1 Kendari tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
“SMA 1 juga ini menjadi perhatian kita,” ujar ASR
Menurut Gubernur ASR, Sekolah unggulan akan mendapatkan pembenahan fasilitas, kurikulum, serta tenaga pendidik. Kepala sekolah telah melalui proses seleksi, sedangkan penempatan guru disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi masing-masing.
Terkait beasiswa, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus berpedoman pada RPJMD dan nomenklatur anggaran yang telah ditetapkan.
“Berdasarkan RPJMD, yang beasiswa yang ada di dalam anggaran itu adalah Sultra Cerdas. Di luar daripada itu tidak ada,” katanya.
Selain Sultra Cerdas, pemerintah juga menyiapkan program Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Untuk Sekolah Rakyat tingkat provinsi, pembangunan dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Di sektor kesehatan, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat di wilayah kepulauan yang masih menghadapi kendala transportasi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan ambulans laut untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan.
“Saya sampaikan kepada dinas, pokoknya ini gratis. Jangan sampai saya dengar nanti ada yang bayar,” tegasnya.
Selain ambulans laut, pemerintah juga menyiapkan ambulans darat yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Pemerintah Provinsi Sultra juga menargetkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 95 persen pada 2027.
Gubernur turut menyampaikan rencana pengembangan Rumah Sakit Bahteramas menjadi rumah sakit modern dengan bangunan delapan lantai. Konsep pelayanan akan menggunakan sistem satu pintu dan berbasis digital agar layanan kesehatan masyarakat lebih terintegrasi.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah provinsi menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan sekitar 40 kilometer setiap tahun.
Pembangunan akan diarahkan ke kabupaten/kota, terutama wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur.
Selain jalan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan dan penyelesaian sejumlah pelabuhan untuk memperkuat konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
Gubernur menegaskan pembangunan pelabuhan tidak sekadar berupa perbaikan, tetapi harus memberikan perubahan fisik yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Perumahan dan Kawasan Pesisir
Di sektor perumahan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga penataan lingkungan dan fasilitas pendukung.
Pemerintah akan mengembangkan kawasan permukiman terpadu, terutama di wilayah pesisir, yang mencakup akses jalan, listrik hingga pelayanan kesehatan.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 61 titik di Sultra.
Salah satunya berada di KNMP Sorue Jaya, Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, yang direncanakan mendapat pembangunan 100 unit rumah.
Gubernur juga mengatakan pembangunan perumahan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini direncanakan pembangunan 603 unit rumah, kemudian ditargetkan meningkat menjadi 1.500 unit pada tahun berikutnya.
Ia menambahkan, pembangunan kawasan pesisir secara terpadu juga berkaitan dengan upaya penanganan stunting dan kekurangan gizi. Perbaikan lingkungan, kesehatan, serta akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam memutus persoalan tersebut.
“Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Gubernur menegaskan seluruh program pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan diarahkan tepat sasaran,” pinta ASR.
ASR juga mengajak alumni, pengusaha, pegawai, serta seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mendukung pembangunan Sultra.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus melibatkan semua stakeholder yang ada,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk memenuhi kewajibannya kepada daerah karena penerimaan dari sektor usaha turut menentukan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Gubernur menegaskan penyampaian kondisi tersebut bukan untuk mengeluhkan keterbatasan yang ada, melainkan memberikan gambaran kepada seluruh pihak agar dapat memahami kondisi daerah dan bersama-sama mencari solusi melalui kolaborasi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan IKA SMAN 1 Kendari yang juga mantan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asisten III Sekretariat Kota Kendari, Kepala SMAN 1 Kendari, serta jajaran pengurus dan alumni IKA SMAN 1 Kendari.
Liputan : Tim Redaksi











