Redaksi
KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi mengaku belum mengetahui secara detail konflik antara warga dan perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP) di Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Ali Mazi juga mengaku mendapat informasi dari Kepala Dinas (Kadis) ESDM bahwa perusahaan yang beroperasi di sana lengkap izin dan masyarakat kondusif.
“Belum tau, karena saya belum dilaporkan, kalau dulu yang saya dapat info dari Kadis (ESDM), mereka (PT GKP) sudah memenuhi persyaratan, semua lengkap, segala macam dan masyarakatnya kondusif,” kata Ali Mazi kepada wartawan, kemarin.
Ia juga mengatakan, telah menurunkan tim ke Wawonii untuk melihat kondisi di daerah tersebut.
BACA JUGA:
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
- Kado Spesial Hari Santri, Pesantren Nahdlatul Wathan Wawonii Resmi Miliki Izin Operasional dari Pemkab Konkep
- Bupati Konkep Tepati Janji Politik, Wakafkan Gaji Demi Pendidikan Mahasiswa
“Kan kita sudah turunkan tim sesuai kesepakatan. Yang jelas kita sepakat dengan masyarakat yang demo di Rujab kemarin soal Wawonii, nanti akan turunkan Polisi, LSM, Kejaksaan, semua turun, bentuk tim. Laporannya sudah ada. Petunjuk dari kejaksaan, tidak ada masalah, kalau tidak masalah, apalagi,” katanya.
Ali Mazi bilang, menurut laporan yang ia terima, di Wawonii sudah tak ada masalah. “Kalau tidak ada masalah, jadi apalagi, kalau mau cari-cari masalah ya akan ada masalah terus, tapi inikan untuk kepentingan masyarakat, bukan orang perorang,” imbuhnya.
Ia juga sempat menyoroti soal demonstrasi yang dilakukan terkait di Wawonii. “Masa demo 1 orang mau demo demo terus, ya menghambat yang lainnya. Saya kira kan masyarakat Wawonii juga butuh hidup,” pungkasnya.









