Redaksi
KENDARI – Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara meminta insan di jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat identitas keagamaan dan kebangsaan secara seimbang.
Hal itu ditegaskan Gusli saat membacakan Amanat Menteri Agama RI, Fahrur Razi dalam upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-74 tingkat Kabupaten Konawe, Jumat (4/1/2020)
Pada upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati Konawe ini, Gusli juga menekankan pentingnya penguatan identitas keagamaan dan kebangsaan secara utuh.
“Identitas keagamaan dan kebangsaan tidak boleh dipisahkan, harus dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan berdoa negara,” papar Gusli dihadapan peserta upacara.
Menurutnya, penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dengan identitas kebangsaan akan melahirkan spirit bernegara yang melahirkan radikalisme.
Sebaliknya, penguatan identitas bernegara jika dipisahkan dari spirit beragama dapat memberikan peluang berkembangnya sekulerisme dan liberalisme ditengah masyarakat.
“Kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita bisa menjadi umat beragama yang saleh sekaligus warga negara yang baik,” tegas Gusli.
Dipaparkannya juga, bahwa Kemenag lahir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. Untuk itu seluruh jajaran Kemenag harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kemenag ditengah masyarakat.
Berkaitan dengan momen Hari Amal Bakti Kemenag ke-74, Menteri Agama meminta jajaran Kemenag memperhatikan enam hal penting, untuk mendukung kemajuan umat beragama di Indonesia.
Pertama, pahami sejarah, tugas dan fungsi Kemenag dalam konteks relasi agama dan negara. Kedua, jaga idealisme, integritas, kejujuran dan budaya kerja Kemenag.
BACA JUGA:
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan dan Pererat Toleransi di Poso
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Makassar
Ketiga, tanamkan prinsip kerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah kemuliaan. Keempat, perkuat ekosistem bidang agama antar sektor dan pemangku kepentingan.
Kelima, rangkul semua golongan dan potensi umat beragama dalam bingkai persatuan, kebersamaan, kerukunan. Keenam, implementasikan visi dan misi pemerintah dalam program kerja Kemenag.











