Reporter : Hasrun
Editor : Def
KASIPUTE – Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 yang dilaksanakan pada Kamis (7/3/2019) besok, ratusan umat Hindu di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Festival Ogoh-ogoh. Festival yang menjadi pusat perhatian masyarakat digelar di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Rabu (6/3/2019).
Beberapa ogoh-ogoh yang ditampilkan salah satunya adalah Sang Raja Kala yang merupakan jelmaan siluman binatang yang berubah menjadi manusia dan memiliki sifat yang jahat.
Baca Juga :
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
- Tambang Ilegal Bombana Berdarah, Ketua Oasis Sultra Murka: Jangan Ada yang Dilindungi
- Aksi Bersenjata di Area Tambang Bombana, Oknum Brimob Diperiksa Propam
- HUT ke-22 Bombana Jadi Momentum Penguatan Sinergi Provinsi dan Kabupaten
- HUT ke-22 Kabupaten Bombana, Karnaval Budaya Jadi Panggung Persatuan dalam Keberagaman
- 22 Kecamatan Meriahkan Defile HUT Bombana, Porseni Resmi Dibuka dengan Nuansa Kebudayaan
Usai festival itu digelar, para ogoh-ogoh tersebut kemudian diarak keliling kampung dengan tujuan untuk menghilangkan aura negatif yang ada di Desa-desa mereka.
Ketua Pembuat Ogoh Kala Raja, Putu Arnawa meyakini dengan digelarnya festival Ogoh-ogoh tersebut sifat-sifat jahat yang ada di dunia akan hilang jika dimasukan ke dalam ogoh-ogoh lalu dimusnahkan. Dan Festival ogoh-ogoh ini wajib dilakukan bagi Umat Hindu.
“Kita pungut Sifat-sifat kejahatan setelah itu kita masukkan ke dalam ogoh-ogoh lalu dibakar. Dalam festival ini ada beberapa ogoh-ogoh yang ditampilkan salah satunya itu Sang Raja Kala sijelmaan siluman binatang yang jahat,” terangnya, disela-sela kegiatan festival ogoh-ogoh.
Sementra itu, Ketua Majelis Umat Hindu (MUH) Bombana, I Ketut Sukerane menuturkan, sebagai warga negara harus menjujung tinggi kebudayaan, begitu halnya dengan Umat Hindu yang ada di Bombana.
Baca Juga :
- BPR Bahteramas Konawe Siap Kawal Visi-Misi Pembangunan ‘Konawe Bersahaja’ 2025–2030 Bebas Narkoba
- Pembelian Gabah di Tingkat Petani, Langkah Strategis KaBulog Konawe Muh Abdan Djarmin
- Wakil Bupati Konawe Tekankan Pentingnya Pencegahan Narkoba untuk Masa Depan Generasi Emas
- Wakil Ketua Umum Pobende Wonua Sultra, Muh.Baim: Tekankan Keharmonisan Antar Suku dan Agama
- Kunjungan Kerja Nopri Al Ikmansyah Korwil BGN Konawe: Dorong Peningkatan Operasional SPPG dan Pelayanan Kepada Masyarakat
- Gubernur Andi Sumangerukka Rombak Birokrasi Sultra, 50 Pejabat Dilantik
“Kegitan ini merupakan rutinitas Umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi,” jelasnya kepada Mediakendari.com
Katanya, setelah festival Ogoh-ogoh itu digelar, maka masing-masing warga dari tiga desa yang tersebar di Kecamatan Lantari Jaya, akan mengarak Ogoh tersebut keliling desa.
“Tujuannya, untuk menghilangkan aura negatif, di lingkungan kita supaya menjadi bersih, dan aman,” pungkasnya.(A)











