Reporter : Hasrun
Editor : Taya
KASIPUTE – Sebagai desa percontohan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Pemerintah Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia terus melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan mencairkan dana desa sesuai kebutuhan untuk pembangunan tanpa menghabiskan seluruh dana yang masuk dalam rekening tabungan desa.
“Tahun 2017 ada 4 juta tahun 2018 2 juta lebih, total sekitar 7 juta-an,”tutur Sekretaris Desa Lantawonua, Mustamin kepada Mediakendari.Com, Jumat (15/03/2019).
Mustamin mengatakan, bunga tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) periode 2017 hingga 2018. “Pencairan pada tahap ke-3, kita tarik sesuai yang dibutuhkan, misal kita butuh pasir dan batu, kita tarik sesuai harganya. Setelah itu kita butuh kayu, kita tarik lagi sesuai harga kayu, sehingga dana tersebut tidak sekali tarik habis dan tersimpan pada waktu tertentu dan akan berbunga,”katanya.
Baca Juga :
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
- Tambang Ilegal Bombana Berdarah, Ketua Oasis Sultra Murka: Jangan Ada yang Dilindungi
- Aksi Bersenjata di Area Tambang Bombana, Oknum Brimob Diperiksa Propam
- HUT ke-22 Bombana Jadi Momentum Penguatan Sinergi Provinsi dan Kabupaten
- HUT ke-22 Kabupaten Bombana, Karnaval Budaya Jadi Panggung Persatuan dalam Keberagaman
- 22 Kecamatan Meriahkan Defile HUT Bombana, Porseni Resmi Dibuka dengan Nuansa Kebudayaan
Kepala Desa Lantawonua, Hj. Kurniawaty Hasmin Marunta memaparkan jika setiap desa yang menarik habis anggaran DD pada setiap tahapan pencairan, maka tidak akan memilki bunga uang di bank.
“Tidak punya bunga di bank karena saat keluar anggaran, mereka langsung tarik semua,”pungkasnya. (A)











