Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
KOLAKA, Mediakendari.com – Komisaris PT Kendari Mediatama Group, Penerbit Media Kendari.com dan MEK TV, Fenny Anggrainy Natakusuma Sudirman, menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada perwakilan manajemen Huayou Indonesia sebagai anak perusahaan Kawasan Industri Pomalaa Indonesia Industrial Park (IPIP) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama publikasi jangka panjang antara Media Kendari.com, MEK TV dan industri perusahaan IPIP, yakni Huayou COBALT , bersama IPIP di Pomalaa.
Acara tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi Bincang Kita bertajuk “Lebih Dekat Dengan IPIP Sebagai Kawasan Industri dan Pusat Hilirisasi Baru di Sulawesi Tenggara” yang dipandu Host Mayang Andini.

IPIP Bukan Tambang atau Smelter, Melainkan Kawasan Industri
SPV Company Brand IPIP, Rheza, menegaskan bahwa IPIP bukanlah perusahaan tambang atau smelter.
“Kita perlu tahu dulu bahwa ada Huayou sebagai induk perusahaan yang hadir di Indonesia sejak 2018. Proyek pertama di Morowali, IMIP, kedua di Weda Bay, IWIP. Sementara IPIP sendiri dirancang sejak 2022,” jelas Rheza.
“IPIP di Pomalaa adalah kawasan industri, bukan tambang atau smelter. Ibarat mal, kita menyiapkan lahannya, lalu ada tenant yang masuk, baik perusahaan maupun fasilitas pendukung seperti perumahan karyawan,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari UMKM, rumah makan, hingga usaha kos-kosan bagi karyawan.

Dampak Ekonomi dan Hilirisasi
Sementara itu, SPV ESG IPIP, Rexma, menyebutkan kehadiran IPIP sebagai pusat pengembangan industri dan hilirisasi tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah hasil mineral, tetapi juga memutar roda perekonomian warga.

Senada, Wakil SPV Media, Belladina, menyebut IPIP menjadi salah satu akselerator ekonomi daerah.
“Kita datang dengan hiring tenaga kerja lokal. Banyak karyawan yang masuk. Bisnis-bisnis yang menservis kebutuhan karyawan juga tumbuh. Dalam 2-3 tahun setelah kami datang dan membangun, di area sekitar kawasan banyak toko-toko baru yang buka, dari UMKM hingga brand besar seperti Hasco dan sebagainya,” ujar Belladina.
Tak hanya toko, pertumbuhan juga terlihat dari menjamurnya usaha kos-kosan di sekitar kawasan industri.
Kehadiran IPIP diharapkan menjadi pusat hilirisasi baru yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Kolaka dan Sulawesi Tenggara secara umum.
Laporan : Tim Redaksi.











