oleh

Jangan Mau Kalah dengan Anak, Mari Kita Tingkatkan Literasi Digital!

-NEWS-21 dibaca

Kepulauan Talaud, 17 November 2021– Sebanyak 777 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 November 2021 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Jadi Orang Tua Pintar di Era Digital”.

Webinar kali ini dipandu oleh Muh Anshari selaku moderator serta menghadirkan empat narasumber, di antaranya Anik Vega Vitianingsih selaku Koordinator Gerakan Pandai, Andi Loppes selaku naravlog, Suhardianto selaku Founder Jelajah Dunia, dan Jokhanan Kristianto selaku dosen dan peneliti.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi pemaparan materi dimulai dengan narasumber pertama yaitu Anik Vega Vitianingsih yang membawakan tema “Sukses Belajar daring dengan Kemampuan Literasi Digital”. Anik menyatakan bahwa selama pandemi COVID-19, metode pembelajaran meliputi mode daring, mode luring, mode pembelajaran berbasis proyek, dan mode pembelajaran bauran. Kesuksesan pembelajaran daring perlu dukungan peran dari orangtua, guru, sekolah, pemerintah, layanan kesehatan, serta masyarakat sipil. “Keterampilan digital yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran tersebut, yaitu kemampuan menggali informasi dan literasi data, melakukan komunikasi dan kolaborasi, menciptakan konten digital, menjaga keamanan digital, serta memecahkan dan mengatasi persoalan secara teknis,” terangnya.

Pramuka

Selanjutnya, Andi Loppes selaku pemateri kedua membawakan tema “Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital”. Andi mengungkapkan, salah satu konten yang cocok untuk anak dan remaja adalah konten informatif karena bermanfaat bagi pembacanya. Meskipun membawa dampak positif, internet juga memiliki dampak negatif, di antaranya gangguan kesehatan fisik, menimbulkan gangguan kesehatan mental, serta dapat memicu kejahatan. “Gunakan fitur parental control pada anak, sehingga Anda sebagai orangtua bisa mengecek apa saja aktivitas yang dilakukan anak dengan smartphone-nya,” pesan Andi sebelum menutup sesinya.

Pemateri ketiga, Suhardianto, mengusung tema “Literasi Digital bagi tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Ia mengatakan, “Dunia digital merupakan media baru yang harus kita pelajari sehingga kita bisa mendesain pembelajaran sesuai karakter anak-anak yang kekinian”. Selanjutnya, ia memaparkan dampak positif dan negatif dari majunya dunia digital di era sekarang, salah satu dampak negatifnya yaitu longgarnya ikatan dengan budaya leluhur. Sebelum menutup sesinya, Hardi menyampaikan kompetensi dasar budaya digital yang terdiri atas nilai budaya, produksi, distribusi, partisipasi, dan kolaborasi.

Jokhanan Kristianto sebagai pemateri terakhir menyampaikan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Jo mengungkapkan bahwa 60% orangtua mengizinkan anak-anak mereka mengakses internet sebelum usia 11 tahun. “Selain tanggung jawab dalam mengasuh anak, orangtua saat ini memiliki beban tambahan untuk mengikuti kebiasaan berinternet sekaligus membimbing anak-anak dengan aman melalui pembatasan digital,” tutur Jo. Terkait hal tersebut, Jo memberi tips untuk mengurangi risiko bahaya digital pada anak-anak, salah satunya adalah tidak sembarangan mengklik tautan yang tercantum di surel.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Sepuluh pertanyaan yang terpilih akan mendapatkan uang elektronik masing-masing sebesar Rp100.000 dari panitia.

Salah seorang peserta bertanya mengenai bagaimana meliterasi anak remaja agar lebih produktif dan lebih positif dalam menggunakan media digital. Menurut Anik, orangtua dan guru berperan penting dalam melakukan edukasi mengenai hal tersebut.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

***

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Humas Literasi Digital Sulawesi

Email                     : [email protected]

Website               : https://event.literasidigital.id

Instagram            : @siberkreasisulawesi

Twitter                 : @SiberkreasiSul

Facebook            : Siber Kreasi Sulawesi

Penuliis : Redaksi

Terkini