KAMPUSKENDARIMETRO KOTAPENDIDIKAN

Jejak Terakhir Sang Rektor UHO: Dari Jalan Santai ke Peristirahatan Abadi

5879
×

Jejak Terakhir Sang Rektor UHO: Dari Jalan Santai ke Peristirahatan Abadi

Sebarkan artikel ini
Prof. Armid terlihat hadir dalam kegiatan jalan santai Dies Natalis XLIV UHO, menyapa civitas akademika, mahasiswa, dan staf dengan senyum khasnya.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc., berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 23 Agustus 2025, pukul 20.07 WITA, di Rumah Sakit Korem Kendari.

Hari itu dimulai dengan keceriaan. Pagi harinya, Prof. Armid terlihat hadir dalam kegiatan jalan santai Dies Natalis XLIV UHO, menyapa civitas akademika, mahasiswa, dan staf dengan senyum khasnya.

Tak ada yang menyangka, itulah jejak terakhirnya bersama UHO, kampus tempat ia mengabdi selama lebih dari dua dekade.

Namun malam harinya, kabar mengejutkan datang. Kepala Humas UHO, Sarman, membenarkan kepergian sang Rektor.

“Ia betul, Bapak Rektor Prof. Armid telah meninggal dunia pada pukul 20.07. Kami mohon doa untuk almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya melalui pesan Whatsapp.

Penyebab wafatnya diduga akibat serangan jantung, meskipun hingga berita ini ditulis, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi mengenai detail medis maupun prosesi pemakaman.

 

Dedikasi Seumur Hidup untuk Pendidikan

Prof. Armid dikenal sebagai akademisi teladan. Lahir di Kendari, 18 Juni 1975, beliau telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ia mulai mengajar di UHO sejak tahun 2000 dan menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kepala Laboratorium, Sekretaris Senat, hingga Wakil Rektor IV sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Rektor UHO pada 1 Agustus 2025.

Baru tiga minggu menjabat sebagai Rektor, Prof. Armid telah menunjukkan komitmen besarnya membawa UHO ke level global. Dalam visinya, ia ingin menjadikan UHO sebagai universitas kelas dunia berbasis pembangunan berkelanjutan, mencakup penguatan tata kelola, mutu akademik, dan perluasan jejaring internasional.

 

Karier, Akademik, dan Kiprah Internasional

Rekam jejak pendidikannya mencerminkan dedikasi yang luar biasa:

• Sarjana Kimia (S.Si.) – Universitas Hasanuddin, 1999

• Magister Kimia (M.Si.) – Universitas Gadjah Mada, 2003

• Master of Science (M.Sc.) dalam Marine Chemistry – University of the Ryukyus, Jepang, 2007

• Doktor (D.Sc.) dalam Marine and Environmental Science – University of the Ryukyus, 2011

Prof. Armid juga pernah menjadi peneliti asing dan asisten riset di Jepang antara tahun 2007–2011. Keilmuannya tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional.

 

Warisan Ilmu dan Pengabdian

Selama hidupnya, Prof. Armid telah menulis berbagai jurnal ilmiah dan buku, serta memiliki lima karya yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Beberapa bukunya bahkan menjadi rujukan penting dalam bidang pengelolaan lingkungan di Sulawesi Tenggara, seperti:

• Pengelolaan Limpasan Air Permukaan Proyek Smelter di Kabupaten Kolaka

• Pengelolaan Persampahan Kota Baubau

Ia juga aktif sebagai anggota organisasi keilmuan internasional, termasuk Japan Geoscience Union (JpGU), American Chemical Society (ACS), Himpunan Kimia Indonesia (HKI), dan International Association of Engineers (IAEng).

 

Ucapan Duka Mengalir Deras

Kepergian Prof. Armid meninggalkan duka mendalam. Ucapan belasungkawa mengalir deras dari civitas akademika, rekan sejawat, mahasiswa, dan masyarakat. Banyak yang mengenangnya sebagai pemimpin yang bersahaja, cerdas, dan sangat peduli terhadap kemajuan kampus serta kesejahteraan sivitasnya.

Hari itu, langkah-langkah ringan Prof. Armid menyusuri rute jalan santai Dies Natalis, disaksikan ratusan pasang mata. Tak ada yang tahu, itu adalah langkah terakhirnya di bumi UHO. Langkah yang membekas, dan akan terus hidup dalam kenangan banyak orang.

Jejak sang Rektor telah terukir dalam sejarah UHO. Dari jalan santai pagi itu, ia menuju peristirahatan abadi meninggalkan warisan ilmu dan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

 

 

You cannot copy content of this page