Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
RUMBIA – Meski bulan Ramadhan masih beberapa pekan mendatang, namun harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Bombana mulai terdampak, dengan mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan pantauan mediakendari.com di Pasar Kasipute Bombana, salah satu kebutuhan pokok yang mulai tecatat naik yakni telur dari Rp 40 ribu menjadi Rp 43 ribu, per raknya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan, menurut Hamzah, salah seorang pedagang di pasar ini, merupakan tren yang rutin terjadi setiap tahunnya. Bahkan, mendekati puasa, harga bisa ikut terus naik.
“Biasanya harga telur Rp 40 ribu per raknya, sekarang sudah mulai naik jadi Rp 43 ribu,” jelasnya, Senin, (15/4/2019).
Baca Juga :
- Kanim Kendari Gelar Rakor TIMPORA di Konsel, Perkuat Pengawasan Orang Asing
- IPPMA Konsel Soroti Dugaan Pungutan di Lingkup PAUD, Desak Audit Transparan
- Informa Kendari Hadirkan Promo Imlek dan Ramadhan, Cashback Hingga Rp1,8 Juta
- Operasi Keselamatan 2026, Satgas Gakkum Dirlantas Polda Sultra Berikan Teguran Humanis di Kendari
- Klarifikasi Kepala SPPG Wonggeduku Terkait MBG Basi
- Dituding Ingkar Komitmen, PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM Routa dan Desak Pemerintah Segera Bertindak
Selain telur, kata Hamzah, komoditas bahan pokok yang juga terpantau mulai mengalami kenaikan harga yakni jenis bawang merah dan putih.
“Bawang merah dan bawang putih sudah naik juga biasanya seharga Rp 35 ribu sekarang sudah Rp 40 ribu,” tambahnya.
Untuk fenomena kenaikan harga ini, lanjutnya, dari pengalaman dari tahun sebelumnya diketahui jika puncak kenaikan harga itu mulai terjadi di 10 hari jelang Ramadhan.
“Harga telur Rp 43 ribu bisa mencapai Rp 50 ribu per rak menjelang 10 hari puasa, beda dengan bawang biasanya dihari itu sudah mulai turun,” tambahnya.
Meski demikian, kata Hamzah, dirinya berharap harga kebutuhan pokok di pasaran tetap stabil hingga saat bulan Ramadhan, agar keinginan belanja masyarakat juga meningkat.
“Karna berpengaruh juga kalau setbil harga, banyak pembeli, sekarang mulai sunyi karna harga kadang naik kadang turun,” tutup Hamzah. (A)











