Reporter : Hasrun
RUMBIA – Padang savana di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang berada di wilayah Kabupaten Bombana menjadi salah satu titik yang kerap terbakar saat musim kemarau tiba.
Tidak hanya sekali. Saat musim kering datang, kebakaran di kawasan TNRAW bisa berkali-kali terjadi dengan luasan mencapai ratusan meter.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak steakholder untuk bersinergi.
Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin menjelaskan, Karhutla merupakan persoalan yang bisa berdampak negatif pada semua sektor, jika tidak dicegah.
“Mulai pendidikan, penerbangan, pemerintahan termasuk efek penyakit yang bisa di timbulkan yakni penyakit Ispa,” tegas Adnan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Rekonfu Polres Bombana, Senin,(12/8/2019).
Menurutnya, bahwa kondisi hutan dan lahan yang kering karena musim kemarau, disertai dengan angin yang kencang dapat pemicu terjadinya Karhutla khususnya di wilayah Bombana.
BACA JUGA :
- Sambut Akhir Tahun, Desa Kondongia Siapkan Wakila Festival sebagai Motor Ekonomi Baru
- Dispar Sultra Dukung Penuh Pelestarian Gua Soronga, Situs Unik dengan Peti Kayu Purba
- Dispar Sultra Catat Ledakan Wisata Kuliner, Kendari Dominasi 28 Persen Pergerakan Wisatawan Nusantara
- Kunjungan Wisatawan ke Wakatobi Meningkat, Wisata Bawah Laut Tomia Jadi Daya Tarik Utama
- Chamber Raksasa dan Tanaman Hijau Jadi Daya Tarik Utama, Gua Bangkudu Jadi Spot Foto Alami Paling Eksotis di Muna Barat
- Gua Tengkorak Lawolatu, Destinasi Wisata Prasejarah Paling Unik di Kolaka Utara
“Sehingga dibutuhkan sinergitas antara semua pihak untuk mencegah itu,” tambahnya.
Perwira dengan dua bunga dipundak ini juga menyebut, pengeloalaan kebun masyarakat, dengan cara membakar semak diatas lahan juga patut dinilai sebagai salah satu pemicu kebakaran. “99 persen Karhutla disebebkan oleh manusia, hanya 1 persen saja disebabkan alam. Nah kalau disebabkan oleh manusia Insya Allah bisa kita cegah secara bersama,” ujarnya.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran di TNRAW, kata Andi Adnan, pihaknya berencana menggandeng steakholder untuk melakukan latihan bersama serta melakukan patroli gabungan.
“Di Rawa Aopa juga sangat tepat jika ada ambung sebagai penampungan air,” pungkasnya.
Untuk infomasi, Rakor Karhutla ini dihadiri jajaran BKSDA Rawa Aopa, Kepala OPD Bombana Pubung 1413 Buton serta para Kapolsek di wikayah Bombana juga Manggala Agni Rawa Aopa. (A)
