KAMPUSKENDARIMETRO KOTAPENDIDIKAN

Karangan Bunga Kontroversial Muncul di Wisuda STIE 66, Pihak Kampus Luruskan Fakta

777
×

Karangan Bunga Kontroversial Muncul di Wisuda STIE 66, Pihak Kampus Luruskan Fakta

Sebarkan artikel ini
Menanggapi maraknya pemberitaan dan spekulasi publik, Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S, memberikan klarifikasi tegas bahwa insiden tersebut sepenuhnya merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi maupun penyelenggaraan kegiatan akademik.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Prosesi wisuda STIE Enam Enam (STIE 66) Kendari yang digelar di Ballroom Hotel Claro pada Senin (1/12/2025) mendadak menjadi sorotan publik setelah kemunculan karangan bunga bernada kontroversial yang dikirim oleh seorang oknum berinisial RSK kepada salah satu wisudawati berinisial TA.

Karangan bunga yang memuat kalimat tidak pantas itu langsung mengundang perhatian tamu hingga akhirnya viral di media sosial.

Karangan bunga tersebut diketahui ditempatkan di sekitar area prosesi wisuda, sehingga memantik tanda tanya sekaligus keresahan dari sejumlah pihak yang hadir.

Tidak berselang lama, suasana semakin memanas ketika RSK terlihat menghampiri TA dan melontarkan perkataan bernada tudingan sebagaimana terekam dalam video yang beredar luas.

TA yang hendak meninggalkan area acara memilih tidak menanggapi ucapan RSK. Ketegangan meningkat ketika oknum tersebut mencoba menarik tangan TA, namun wisudawati itu segera menghindar.

Para tamu wisuda pun bergerak cepat untuk melerai agar situasi tidak semakin memburuk. Kejadian tersebut ditambah karangan bunga bernada negatif kian ramai diperbincangkan di dunia maya.

Menanggapi maraknya pemberitaan dan spekulasi publik, Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S, memberikan klarifikasi tegas bahwa insiden tersebut sepenuhnya merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi maupun penyelenggaraan kegiatan akademik.

“Karangan bunga itu bukan bagian dari rangkaian acara wisuda dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak kampus. Peristiwa tersebut murni persoalan individu yang bersangkutan,” ujar Prof. Abdul Azis, Selasa (2/12/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh proses wisuda STIE 66 pada hari itu berlangsung tertib, lancar, dan sesuai prosedur, serta pihak kampus tidak pernah mengetahui atau mengizinkan hal-hal di luar standar acara resmi.

Prof. Abdul Azis juga menekankan bahwa STIE Enam Enam Kendari selama ini menjunjung tinggi pembinaan moral, etika, dan integritas mahasiswa.

“Perilaku oknum yang menimbulkan kegaduhan ini tidak mencerminkan nilai-nilai kampus. STIE Enam Enam berkomitmen membentuk lulusan berkarakter dan berintegritas sesuai visi–misi institusi,” tegasnya.

Pihak kampus pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menanggapi informasi yang beredar serta tidak mengaitkan persoalan pribadi dengan nama baik institusi pendidikan.

Dengan klarifikasi ini, STIE Enam Enam berharap publik memahami bahwa insiden karangan bunga kontroversial maupun tindakan oknum lain di lokasi wisuda sepenuhnya berada di luar kendali dan tanggung jawab kampus, sehingga tidak boleh menodai penyelenggaraan acara akademik yang pada dasarnya berjalan sukses dan kondusif.

 

 

You cannot copy content of this page