KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Gelombang kritik terhadap aktivitas pertambangan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus menguat. Sejumlah organisasi masyarakat, pemuda, dan elemen sipil membentuk Koalisi Besar “Save Routa” untuk mendorong perusahaan tambang agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.
Koalisi tersebut menyoroti kegiatan pertambangan yang dijalankan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Mereka mendesak perusahaan segera merealisasikan komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di wilayah Routa.
Perwakilan Koalisi Save Routa, Rusmin Abdul Gani, mengatakan bahwa pembangunan smelter menjadi hal penting bagi masa depan daerah tersebut. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas tambang, fasilitas tersebut juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Koalisi Save Routa dibentuk sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Routa. PT SCM perlu segera merealisasikan pembangunan smelter sebagaimana tercantum dalam dokumen Proyek Strategis Nasional (PSN) serta memastikan masyarakat lokal mendapat prioritas dalam program pemberdayaan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, hingga saat ini manfaat yang dirasakan masyarakat dinilai belum sebanding dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki wilayah Routa.
Ia menilai kekayaan sumber daya alam yang besar di kawasan tersebut seharusnya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat setempat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan program pemberdayaan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, praktisi pertambangan Yudi Nurcahya menyampaikan bahwa Kecamatan Routa memiliki cadangan nikel yang sangat besar.
Ia menyebutkan bahwa cadangan nikel terukur di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar satu miliar ton, yang menjadikannya salah satu kawasan dengan potensi nikel terbesar.
“Cadangan terukur diperkirakan sudah mencapai sekitar satu miliar ton. Ini termasuk salah satu yang terbesar, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa wilayah lain seperti Halmahera maupun Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Koalisi Save Routa menegaskan akan terus mengawal isu tersebut hingga tuntutan masyarakat mendapat perhatian serius dari perusahaan maupun pemerintah.
Mereka menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan bertujuan menghambat investasi, melainkan untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan secara adil dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Routa.
(C)
Laporan: Ahmad Mubarak











