oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021: Memanfaatkan Internet untuk Dakwah yang Ramah dan Mendamaikan

 

 Redaksi

Sinjai  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Juni 2021 di Sinjai, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Dakwah yang Ramah di Internet”.

 

Program kali ini menghadirkan 620 peserta serta empat narasumber yang terdiri dari da’i sekaligus pengajar MAN Insan Cendekia Sorong Abdurrahman Hasan; narablog, pembuat konten, sekaligus pemengaruh Zilqiah Angraini; Peneliti Ahli Madya Balai Litbang Makassar Badruzzaman; dan komisioner KPID Sulawesi Selatan Irwan Ade Putra. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah jurnalis Ridwan Harun. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

 

Pemateri pertama adalah Abdurrahman Hasan yang membawakan presentasi bertajuk “Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif Bagi Pemuka Agama”. Dalam materinya, dia memaparkan cara memanfaatkan media sosial (medsos) atau internet untuk berdakwah, di antaranya membagikan dakwah yang mendamaikan dan memberi pesan perdamaian kepada masyarakat Indonesia yang heterogen. “Bagikan konten dakwah yang ramah, yaitu mengajak kepada ketaqwaan beragama, bersosial, dan berinteraksi,” ujarnya.

 

Berikutnya, Zilqiah Angraini, menyampaikan materi “Bijak di Kolom Komentar”. Zilqiah menyoroti warganet yang suka julid alias berkomentar negatif. Menurut dia, komentar negatif di medsos dapat menimbulkan kecanduan, sedangkan orang yang membaca komentar negatif tersebut bisa terganggu kesehatan mentalnya. “Tips agar tidak menjadi warganet julid, jangan terlalu ingin tahu urusan orang lain, cari kegiatan positif, tumbuhkan rasa simpati dan empati, jangan ikut campur, introspeksi diri, dan perbanyak literasi digital,” tuturnya.

 

Sebagai pemateri ketiga, Badruzzaman, membawakan tema “Konten Moderasi Beragama”. Dalam berdakwah di dunia maya, kata dia, harus dipahami bahwa warganet sangat beragam. Oleh sebab itu, konten dakwah yang seharusnya dibudayakan di internet adalah yang mengajak kepada persatuan, kesatuan, dan toleransi beragama. “Banyak konten yang justru memicu perselisihan pendapat, padahal terkadang hanya beda penafsiran saja,” terangnya.

 

Irwan Ade Putra, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Internet Sehat dan Aman”. Dia menjelaskan, internet sehat adalah internet yang digunakan untuk mengakses konten-konten positif. “Yakinkan diri bahwa kita tidak sedang membuka ruang untuk melakukan hal negatif atau ilegal. Jangan mengakses konten ilegal seperti pornografi, perjudian, pelecehan, dan hal lain yang menyinggung SARA,” tegasnya.

 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Terkini