REDAKSI
KENDARI – Masyarakat Anti Hoax Indonesia (Mafindo) Kendari mengajak ratusan siswa SMA se-Kota Kendari untuk berani melawan hoax dan ujaran kebencian.
Ajakan ini sebagimana disampaikan Relawan Mafindo Kendari, Fera Tri Susilawaty saat membawakan materi dalam talkshow bertema ‘Saya Remaja Berbudaya dan Bersaudara’, Kamis (8/8/2019).
Dalam talkshow yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra dan Koalisi Muda Kependudukan Sultra ini, hadir sekitar 200 siswa SMA dari berbagai sekolah di Kota Kendari.
Dihadapan ratusan siswa itu, Fera memaparkan beragam jenis dan bentuk hoax yang umumnya menyebar di masyarakat, serta dampak negatif yang dialami siswa jika bersikap pasif atas penyebaran hoax.
BACA JUGA :
- PMII Rayon Pertanian Bagikan Takjil kepada Masyarakat Kendari
- Warga Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Poasia
- Putusan MK No.145/PUU-XXIII/2025 Perkuat Perlindungan Wartawan
- Safari Ramadan di Bombana, Wagub Sultra Tekankan Nilai Takwa dan Kepedulian Sosial
- ASPRUMNAS Sultra Gelar Bukber, Siap Dukung Program 3 Juta Rumah
- Sambut Mudik Lebaran, PELNI Berikan Diskon Tiket Kapal 30 Persen
Selain itu, siswa juga dipaparkan tentang bentuk dan dampak ujaran kebencian khususnya yang kerap terjadi di kalangan generasi milenial, serta di lingkungan pergaulan remaja.
“Saya juga menyampaikan tentang ujaran kebencian, dampak dari ujaran kebencian dan mengajak anak muda untuk tidak menyebarkan hoax dan melakukan ujaran kebencian,” kata Fera.
Dosen Jurusan Komunikasi UHO ini berharap, dengan materi yang disampaikannya itu bisa membantu cara berpikir siswa untuk menghindari dan menangkal hoax serta ujaran kebencian.
“Harapannya, peserta mampu memahami pentingnya sikap untuk tidak menyebarkan hoax dan tidak melakukan ujaran kebencian,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas dilibatkannya Mafindo Kendari dalam kegiatan tersebut. Fera menilai, pengajaran untuk melawan hoax bagi remaja merupakan hal yang harus segera dilaksanakan.
Selain Mafindo Kendari, kegiatan ini juga menghadirkan Abdul Ria Balada dari Koalisi Muda Kependudukan (KMK), dan Asniwun Nova dari Gerakan Kendari Mengajar (GKM).
Rangkaian kegiatan ini sendiri bukan hanya talkshow, tetapi ada juga berbagai lomba seperti membuat iklan layanan masyarakat, stand up speech, serta permainan tradisional dan parade budaya.











