oleh

Mahasiswa dan Pelajar Libur, Pendapatan Sopir Angkot di Kendari Menurun

Reporter: Hendrik

KENDARI – Pandemi corona virus desease 2019 atau covid 19 membuat pendapatan sopir angkutan perkotaan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menurun. Penurunan penghasilan diperparah gegara pelajar dan mahasiswa diliburkan.

Sopir angkot Kendari rute Kota Lama – Kampus Baru, Lihara kepada MEDIAKENDARI.com menjelaskan, penghasilan mereka 70 persen dari anak sekolah dan mahasiswa, sementara 30 persen itu penumpang umum.

“Karena pemerintah memberikan kebijakan untuk belajar dan kuliah di rumah, kita juga merasakan dampak dari kebijakan itu, penghasilan kita menurun,” tuturnya kepada MEDIAKENDARI.com sambil mengemudikan pete-pete yang ia kendarai, Selasa 5 Mei 2020.

Ia juga bercerita sebelum adanya kebijakan itu, bahwa sehari bisa menghasilkan uang sebesar Rp 150 ribu diluar setoran ke pemilik mobil. Sehari kadang Rp 320 ribu, jumlah itu dibagi Rp 170 ribu untuk pemilik mobil dan 150 untuk dirinya.

“Tapi sekarang kita dapatkan paling banyak itu sekitar Rp 150 ribu, itupun belum setoran pemilik mobil dan uang bensin. Bayangkan saja itu, kita mau setor berapa,” keluhnya.

Apalagi ia sama sekali belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Hal senada juga diungkapkan sopir angkot Kendari rute Kota Lama – Kampus Baru, Anca saat ditemui di tempat nongkrongannya di Kota Lama tepatnya Jalan Pembangunan, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat.

Katanya, dirinya sudah puluhan tahun mengendarai roda empat ini, tapi baru kali ini kondisi penumpang sepi total.

“Kalau kita dapat seret saja (Kota Lama – Kampus Baru kembali lagi ke Kota Lama) Rp 40 ribu bersyukur sekali mi kita,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah memikirkan kehidupan para sopir yang menaruh harapan untuk hidup dengan mengijak gas.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memikirkan kehidupan kita yang hanya mendapatkan penghasilan dari narik angkot,” harapnya. (B)

Terkini