Reporter : Kardin
Editor : Wiwid Abid Abadi
KENDARI – Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Hudri Majja, angkat bicara terkait mundurnya Rusmin Abdul Gani dari jabatan Deputi Site Manager PT VDNI.
Hudri Majja menilai, dengan mundurnya Rusmin Abdul Gani, sebagai manager di PT VDNI, adalah sebuah kemunduran bagi VDNI sendiri.
Kata Hudri, Rusmin memiliki nilai plus, utamanya bagi masyarakat lokal. Banyak terobosan brilian yang telah Rusmin lakukan, pertama dari sisi percepatan pembangunan smelter, dan kedua, ia juga mampu menciptakan kondisi yang stabil dalam pembangunan yang ada.
“Tidak ada lagi persoalan asing dan lokal, nah ini yang dinamakan kemajuan. Namun disisi manajemen, saya menilai masih kurang adanya sinergi antara manajemen lama dan yang baru. Saya menganggap ada yang tidak konek di dalam sana,” ujar Hudri, Rabu (14/8/2019).
BACA JUGA :
- Ampuh Sultra Harapkan Pemilik IUP Tak Salah Gunakan Kepmen ESDM 365 untuk Monopoli Jasa Pertambangan
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- IMIK Jakarta Desak Evaluasi dan Penghentian Sementara Aktivitas PT EMS Usai Truk Tangki Hantam Rumah Warga
- 250 Anak Serbu Kids Wild Adventure di Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
Kata Hudri, ketidaksinergitasan antara Rusmin dan pihak perusahaan dapat dilihat dari pernyataan dalam surat pengunduran diri Rusmin.
“Terkait penyelesaiaan izin, penyelesaian tunggakan dan besarnya tanggung jawab oleh Rusmin. Makanya saya anggap ada sistem yang tidak jalan di dalam sana,” urainya.
Dirinya juga berharap, PT VDNI yang notabene perusahaan global, harusnya dapat memberikan praktek yang baik dalam pengelolaan managemen organisasinya.
“Hilangnya Rusmin Abdul Gani saya anggap sebagai kemunduran paradigma managemen PT VDNI,” pungkasnya. (B)
