oleh

Masyarakat di Konsel Sepakati Lima Poin dengan Perusahaan Tambang yang Lalui Jalan Mereka

-NEWS-789 dibaca

 

Reporter: Erlin

KONAWE SELATAN – Masyarakat empat desa/kelurahan di Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara bersepakat dengan PT Asera Mineral Indonesia (Asmindo) terkait lima poin dalam sosialisasi penggunaan jalan provinsi poros Andoolo-Motaha yang melewati wilayah mereka.

Lima poin yang disepakati mereka, yakni perusahaan bersedia memperbaiki jalan berlubang dengan menimbun dan melakukan pengerasan. Kemudian, aktivitas pengangkutan ore nikel harus dilakukan pada malam hari, dimulai pukul 18.00 Wita.

“Jadi mobil pengangkut ore tidak beraktivitas pada siang hari, jam kerjanya hanya 12 jam,” terang Camat Andoolo, Makmur Silondae pada Rabu, 14 April 2021.

Selanjutnya agar semua kendaraan pengangkut ore harus menggunakan tutup terpal, sehingga tidak berhamburan ke jalan raya yang dapat meresahkan pengguna jalan raya. Warga juga meminta kepada pihak perusahaan untuk memberdayakan kendaraan milik masyarakat setempat serta mempekerjakan mereka.

“Kemudian poin yang terakhir, setiap kepala desa akan diberikan kompensasi sebesar 3 juta rupiah per bulan,” katanya.

Direktur PT Asmindo, Muhammad Amir Sahid mengatakan, dari lima poin kesepakatan tersebut, pihaknya tidak keberatan. Ia mengaku akan merealisasikan semua kesepakatan yang telah dibuat.

“Sebelum melakukan aktivitas, kami akan benahi dulu jalan-jalan yang berlubang. Untuk aspal lubang itu akan kami cor dan jika jalan yang perlu timbunan kami akan sediakan alat berat,” jelasnya.

Amir juga mengaku jika ada jalan yang perlu dibuatkan drainase akan dikerjakan. “Adapun untuk kendaraan yang akan beraktivitas itu kami gunakan dump truk tiga per empat,” kata Amir.

Ia juga berjanji untuk kegiatan pertambangan nanti akan memberdayakan masyarakat desa yang dilewati.

“Untuk kegiatan holing itu, kami serahkan kepada para kades untuk memberdayakan masyarakatnya, tetapi hanya untuk desa yang dilintasi oleh kendaraan pengangkut ore nikel saja,” katanya.

Terpisah, Lurah Potoro, Bahar Tanggasa meminta kepada pihak perusahaan untuk turun langsung melakukan sosialisasi tersebut kepada masyarakat.

“Sebab ruas potoro itu berada pada area perkantoran,” singkatnya.

Sebelumnya, pada 13 April 2021 di Kantor Camat Andoolo dilakukan sosialisasi yang dipimpin Camat Makmur Silondae, didampingi Sekcam Suhardin, Koramil Andoolo, dan dihadiri Kepala Desa Lalonggombu dan Andoolo serta Lurah Alangga dan Potoro, BPD, dan masyarakat di lintas poros Kecamatan Andoolo. (B)

Terkini