Reporter : Hasrun
RUMBIA TENGAH – Sebuah mobil plat merah bernomor polisi DT 7175 K terbalik beberapa kali di jalan raya sebelum ‘nyungsep’ ke semak-semak di Jalan Poros Kelurahan Poea Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Selasa (6/8/2019).
Dalam peristiwa ini mobil yang diketahui merupakan Kendaraan Dinas (Randis) milik Pemeritntah Kabupaten Bombana itu mengalami kerusakan parah disekelilingnya.
Kasat Lantas Polres Bombana IPTU Izak menuturkan, Randis yang naas itu dikendarai Herman dan seorang penumpang bernama Sukmar. Keduanya bukan pegawai di Pemda Bombana.
Sesaat sebelum kecelakaan, kata IPTU Izak, Herman membawa kendaraan milik Pemda itu dengan kecepatan tinggi menuju Kelurahan Poea. Diduga tidak bisa mengendalikan kendaraan usai menghindari tumpukan material, mobil itu akhirnya terbalik.
BACA JUGA :
- Peserta Mudik Gratis di Kendari Mengaku Dimintai Rp12 Ribu, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Mayat Perempuan Ditemukan di Kawasan Eks MTQ Kendari, Polisi Selidiki Kasus
- Berangkat ke Kampus, Mahasiswi IAIN Kendari Dilaporkan Hilang
- PNS di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
- Ditemukan Bersama Motornya, Pria Tewas di Kolong Jembatan
- Tragedi Laka Lantas di Kendari, Anak Perempuan Tewas Tertabrak Kendaraan Misterius
“Kemudian mobil keluar ke kanan, lalu keluar badan jalan kemudian terbalik,” ujar IPTU Izak saat dikonfirmasi mediakendari.com.
Atas kejadian itu, lanjut IPTU Izak, Herman mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan, serta merasakan sakit pada dada. Sedangkan Sukmar tidak mengalami luka serius.
“Herman langsung dibawa ke RSUD Bombana untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan Sukmar penumpang mobil, dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka,” ungkapnya.
Berdasarkan identifikasi kondisi mobil usai mengalami kecelakaan, papar IPTU Izak, seluruh badan kendaraan tersebut mengalami kerusakan berat seperti kaca depan yang hancur, dasboard, bamper depan dan lampu depan pecah.
“Kap depan dan kap samping kanan ringsek shockbreaker, terop depan juga tromol roda belakang kanan patah,” pungkasnya. (A)











